<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135</id><updated>2009-11-05T10:55:22.851-08:00</updated><title type='text'>kalmerend middel</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>342</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-4786406181937872032</id><published>2009-09-05T08:10:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T08:33:16.053-07:00</updated><title type='text'>jangan sombong anak muda!</title><content type='html'>jangan sombong anak muda!&lt;br /&gt;sebuah tulisan di tembok flyover jalan di sekitar pasar asemka setelah saya&lt;br /&gt;menempuh jalan dari stasiun kota beos dengan kereta api listrik ac ekonomi yang&lt;br /&gt;dingin membuat saya meriang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan itu dengan cat pilox warna hitam, saya pandangi sambil menahan sakit&lt;br /&gt;akibat lecet karena pakai sepatu ke kampus. saya sendiri tak biasa memakai&lt;br /&gt;sepatu model seperti itu kecuali acara-acara istimewa. itu pun hanya beberapa&lt;br /&gt;jam saja. saya tak betah pakai sepatu. saya lebih suka pakai sendal kemana-mana.&lt;br /&gt;kaki saya jadi dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata-kata dalam tulisan itu tak lebih dari 21 huruf&lt;br /&gt;tapi saya pikir..berat juga untuk menerapkan kata itu pada keseharian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang dengan begitu percaya dirinya kita melangkah, busungkan dada, mengakui diri bahwa kita telah lebih dari orang lain, lebih bisa, lebih kuat dan lebih baik tentunya, padahal didepan ada&lt;br /&gt;yang sudah berlari lebih cepat,lebih maju dan lebih handal dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kita hanya menatap pada kemana mata kita ingin melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;didunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan sombong anak muda!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-4786406181937872032?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/4786406181937872032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=4786406181937872032' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/4786406181937872032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/4786406181937872032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/09/jangan-sombong-anak-muda.html' title='jangan sombong anak muda!'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-4890271142347287661</id><published>2009-07-02T09:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T10:09:02.318-07:00</updated><title type='text'>adik-adikku</title><content type='html'>tadi saya menghadiri sebuah pertemuan &lt;br /&gt;mengenai penelitian yang akan saya dan&lt;br /&gt;kawan-kawan saya jalani dalam beberapa hari mendatang.&lt;br /&gt;saya mendengar apa yang diungkapkan oleh adik-adik saya&lt;br /&gt;dari s1 jadi ingin tersenyum.&lt;br /&gt;why money always be the main problem?&lt;br /&gt;is it man can't live without money or what?&lt;br /&gt;is it money the essential thing in your life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o god. wake up brothers wake up sisters.&lt;br /&gt;looks around you!&lt;br /&gt;open your eyes.&lt;br /&gt;open your heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;money is only papers only ink.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-4890271142347287661?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/4890271142347287661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=4890271142347287661' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/4890271142347287661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/4890271142347287661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/07/adik-adikku.html' title='adik-adikku'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-5759961827502394118</id><published>2009-06-01T08:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T08:27:18.099-07:00</updated><title type='text'>psikopat di sekitar kita</title><content type='html'>kadang gak abis pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa sih ada orang model begini?&lt;br /&gt;tapi jangan-jangan dalam diri gue juga ada separuh model begini.&lt;br /&gt;hayoo..gunakan akal sehat kita :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari wikipedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat&lt;br /&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;Langsung ke: navigasi, cari&lt;br /&gt; Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia&lt;br /&gt;Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut "orang gila tanpa gangguan mental". Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan [1].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan [2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Lima tahap mendiagnosis psikopat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;   2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian [3] [4].&lt;br /&gt;   3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.&lt;br /&gt;   4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.&lt;br /&gt;   5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala psikopat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.&lt;br /&gt;   2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.&lt;br /&gt;   3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.&lt;br /&gt;   4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.&lt;br /&gt;   5. Sikap antisosial di usia dewasa.&lt;br /&gt;   6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.&lt;br /&gt;   7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.&lt;br /&gt;   8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.&lt;br /&gt;   9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.&lt;br /&gt;  10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".&lt;br /&gt;  11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-5759961827502394118?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/5759961827502394118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=5759961827502394118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/5759961827502394118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/5759961827502394118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/06/psikopat-di-sekitar-kita.html' title='psikopat di sekitar kita'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-8910794955870785340</id><published>2009-05-14T21:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T21:33:01.371-07:00</updated><title type='text'>rabindranath tagore</title><content type='html'>Give Me Strength &lt;br /&gt;by rabindranath tagore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is my prayer to thee, my lord---strike, &lt;br /&gt;strike at the root of penury in my heart. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give me the strength lightly to bear my joys and sorrows. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give me the strength to make my love fruitful in service. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give me the strength never to disown the poor &lt;br /&gt;or bend my knees before insolent might. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give me the strength to raise my mind high above daily trifles. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And give me the strength to surrender my strength to thy will with love. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only Thee &lt;br /&gt;by rabindranath tagore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That I want thee, only thee---let my heart repeat without end. &lt;br /&gt;All desires that distract me, day and night, &lt;br /&gt;are false and empty to the core. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the night keeps hidden in its gloom the petition for light, &lt;br /&gt;even thus in the depth of my unconsciousness rings the cry &lt;br /&gt;---`I want thee, only thee'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the storm still seeks its end in peace &lt;br /&gt;when it strikes against peace with all its might, &lt;br /&gt;even thus my rebellion strikes against thy love &lt;br /&gt;and still its cry is &lt;br /&gt;---`I want thee, only thee'.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-8910794955870785340?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/8910794955870785340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=8910794955870785340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8910794955870785340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8910794955870785340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/05/rabindranath-tagore.html' title='rabindranath tagore'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-6679743665083770577</id><published>2009-05-14T05:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T06:07:50.136-07:00</updated><title type='text'>you</title><content type='html'>you there.&lt;br /&gt;my english is bad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you. &lt;br /&gt;you are the one who...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;stood, silent in the darkness forest. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you're truly beautiful in my eyes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;even scientists can't make &lt;br /&gt;a prediction of  your appearance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;why you're here?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i don't know. &lt;br /&gt;i never know. let God think.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i only know..when your sounds calling me up on the sky..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i will be happy by that moment.&lt;br /&gt;my heart is full of litlle birds singing their song.&lt;br /&gt;tweettt..tweeettt..tweeettt....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks for all.&lt;br /&gt;thanks for all.&lt;br /&gt;thanks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;may your happiness always be with you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jkt,2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-6679743665083770577?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/6679743665083770577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=6679743665083770577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/6679743665083770577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/6679743665083770577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/05/you.html' title='you'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-3377283206841781945</id><published>2009-05-14T05:24:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T05:29:12.440-07:00</updated><title type='text'>dari buku interpretation of culture, clifford geertz</title><content type='html'>tugas bu riga&lt;br /&gt;review dari buku interpretation of culture, clifford geertz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHAPTER 3: THE GROWTH OF CULTURE AND THE EVOLUTION OF MIND&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada Bab 3 dari buku Interpretation of Culture yang di tulis oleh Clifford Geertz ini terdiri dari 4 sub bab mengenai adanya silang pendapat antara para ahli mengenai mind, apakah hal itu sesuatu yang objective atau subjective, asal-muasal pikiran manusia yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan sebuah tindakan, bagaimana pikiran mempengaruhi budaya seseorang. Ia membahas dari manusia awal kemudian bagaimana perbedaan antara sesama mahluk hidup yang berlainan level kehidupan dari burung, anjing pengembala hingga gurita. Yang masing-masing mempunyai otak namun tidak seperti manusia yang juga memiliki otak dan sesuatu yang oleh sebab sesuatu itu menghasilkan pikiran-pikiran dalam otaknya. Melalui sistem dalam tubuh manusia yang lebih kompleks, melalui syaraf-syaraf yang saling terhubung yang jumlahnya sangat banyak. Tentu hal ini melalui proses yang tidak sederhana. Geertz mengambarkan tentang hal ini pada sub babnya yang ke 2 dan ke 3. Dan pada bab 4 ia jelaskan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz  membuka tulisan ini dengan mengutip tulisan Gilbert Ryle, mengenai pernyataan”  The mind is its own place” seperti halnya pendapat para pembuat teori, bahwa itu tidaklah benar adanya dan bahwa pikiran bukanlah sebuah tempat methaphorical. Menurut Ryle, pikiran bukan nama dari orang lain, bekerja dan bergurau di belakang sebuah layar tembus pandang, juga bukan nama dari sebuah tempat dimana pekerjaan dianggap selesai atau permainan dimainkan dan bukan juga nama lain dari sebuah alat yang dengannya sebuah pekerjaan selesai dan tambahan lain dimana permainan dimainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sejarah intelektual mengenai ilmu pengetahuan, konsep pikiran telah memainkan aturan dobel yang ingin diketahui orang. Mereka ada yang menghormati pembangunan dari ilmu tersebut  termasuk didalamnya rectilinear tambahan dari methode ilmu physic dalam bidang organik yang mengunakannya sebagai sebuah kata setan, yang menjadi referensi dari apa yang semua metode dan teori telah gagal mengukur dan kepada ideal kepahlawanan dari objectivitas.  Hal-hal seperti pemahaman, pemikiran konseptual, image, ide, perasaaan, refleksi, fantasy dan sebagainya dianggap sebagai sesuatu yang mentalic yang didalamnya telah terkontaminasi subjectivitas dari kesadaran dan terasakan oleh mereka menyiksa  sebagai siksaan kesalahan dari keberanian para ilmuwan.  Namun juga ada menentang hal tersebut. Disini bisa kita lihat bahwa hal-hal yang berhubungan dengan alam pikiran masih dinilai sebelah mata oleh beberapa kalangan dan menimbulkan adanya perdebatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya bahwa ada pengecualian bahwa makna  dari pikiran tidak mempunyai fungsi sebagai konsep imliah namun hanya sebuah rencana rhetorical, walaupun ketika pengunaannya telah dilanggar.  Lebih tepatnya, hal itu telah bertindak untuk berkomunikasi dan kadang untuk di eksploitasi, ketakutan dibandingkan mendefinisikan sebuah proses, ketakutan terhadap subjectivitas disatu sisi dan ketakutan terhadap mekanisme di sisi lain.  Geertz mengutip pernyataan Clark Hull untuk mengingatkan kita bahwa  walaupun diketahui secara alami dari anthropormorphic  subjectivitism dan bahayanya namun yang utama dan pemikir berpengalaman adalah seperti halnya mencoba mencarikan dirinya seorang korban dari godaannya dan dorongan sebagai “prophylaxis”  sebuah strategi memandang semua kelakuan sebagai apa yang di produksi  oleh anjing,  seekor tikus albino atau  sebuah robot. Dipihak lain, Gordon Allport menyatakan sebuah perlakuan kepada penghormatan manusia dalam sebuah pendekatan, bahwa  model yang kita miliki mengikuti  kekurangan  jarak yang panjang dari orientasi dimana merupakan esensi dari moralitas...sebuah kecanduan terhadap mesin-mesin, tikus-tikus, atau bayi menuntun kita pada permainan yang berlebihan pada gambaran dari kelakuan mahluk hidup yang ada disekeliling, orientasi sinyal atau genetika dan untuk melakukan permainan di bawah gambaran tersebut yang merupakan sentral, orientasi masa depan atau simbolic. Dari kontradiksi deskripsi ini dapat kita lihat  apa yang menghantui study dari manusia, pertentangan antara keinginan untuk menampilkan  sebuah analisa yang menyatakan aspek langsung dari kelakuan mahluk hidup dan mempertemukan senjata ilmuwan dari objectivitas, menemukan diri mereka tertekan oleh stratagem  yang agak putus asa menunjuk kepada diri mereka sebagai” subjective behaviorists”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini konsep pikiran memperdulikan,  bahwa penyataan hubungan antara ketidakberuntungan ekstrim dikarenakan adanya paham extraordinary  yang berguna dan  satu yang  mana disana tidak ada yang menyamai keseimbangan, menyimpan paling tidak the archaism” Pysche”, berubah menjadi sebuah shibboleth.  Dan yang lebih menakutkan bahwa makna nya secara lebih jauh kurang mendasar, sebuah gema kematian dari mock civil war yang agung antara materialisme dan dualisme yang dibangkitkan oleh revolusi newtonian.  Masih mengunakan  Ryle, menurutnya Mechanisme adalah hantu , karena ketakutan  dari hampir semua asumsi yang saling berkontradiksi untuk mengatakan bahwa ada satu dan kesamaan kejadian yang diperintah oleh hukum mekanikal dan prinsip moral, seperti ia mengambarkan seorang pemain golf dengan hukum ballisticnya, mengacuhkan peraturan golf dan bermain dengan anggunnya. Namun subjectivitas juga menurutnya adalah hantu, untuk ketakutan tersebut yang sama dari asumsi yang ganjil dimana Geertz tidak mengetahui apa yang kita impikan semalam kecuali kita memberitahukannya, pembuatan teori yang manapun geertz  memposisikan dirinya, ia berada dalam aturan ini, sebagai fakta mental yang bermain dalam tindakan haruslah berdasar pada apa yang salah dari  anthropomorphic analogy bahwa apa yang ia tahu dan ia pikir ia tahu adalah tentang apa yang bermain dalam dirinya. Sementara komentar Lashley bahwa metaphysician dan theologian yang selama ini telah menenun dongeng peri tentang pikiran dimana mereka percaya fantasi antar mereka adalah tidak akurat kecuali hal itu mengabaikan pada catatan dari  para ahli  behavior yang hebat yang saling berhubungan dengan kesamaan dari autisme kolektive.&lt;br /&gt;Geertz juga membahas mengenai pengunaan noun dan verb dalam pemaknaan terhadap  setiap kata yang digunakan oleh manusia. Jika mind seharusnya mengacu pada faith, hope and charity, mind adalah minding, science adalah sciencing namun superego apakah menjadi superegoing, hal itu dinilainya agak janggal. Terdapat kabut yang menyelimuti konsep pikiran sebagai kesalahan analogy dengan nouns dimana nama orang, tempat dan benda adalah  perkembangan lebih dalam terhadap sumber daripada kegembiraan linguistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut ilmiah , untuk mengidentifikasi  pikiran dari kelakuan, sebuah reaksi dari organisme secara keseluruhan adalah untuk menyatukannya sebagai ketidakgunaan melimpah sebagai identifikasi hal itu dengan sebuah entitas” lebih menakutkan daripada hantu”. Pikiran juga bermakna sebagai keahlian dari sebuah kelas, propensities, kapasitas, tendesi, kebiasaan; berdasarkan kata Deweys kepada” active and eager background which lies in wait and engages whatever comes its way”.&lt;br /&gt;Geertz juga membahas mengenai legenda babi panggang china yang diproduksi karena hasil ketidaksengajaan ketika terjadi kebakaran di sebuah rumah sebagai sebuah pengetahuan tentang cara memasak, bahwa manusia mengunakan pikiran pada sebuah organisma, kita berbicara tentang baik itu aksi organisma tidak hanya berupa produk namun  juga kapasitas, kecenderungan, disposisinya untuk menunjukkan beberapa jenis dari aksi  dan produksi dari beberapa produk, sebuah kapasitas dan sebuah kecenderungan yang kita tentunya memasukkannya dari fakta yang ia lakukan kadang tunjukkan seperti halnya aksi dan produksi produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh ia membahas framework konseptual secara general yang layak didiskusikan dari sisi biological, psychological, sociological dan cultural determinant dari kehidupan mental manusia  saling bekerjasama tanpa membuat membuat satu pun hipotesis ter-reduksi. Ini dikarenakan sebuah kapasitas untuk sesuatu atau atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu, tidak untuk  menjadikannya sebuah entitas atau sebuah penampilan , adalah sesuatu yang mudah tidak dapat dipengaruhi oleh  untuk reduksi. Dalam kasus Badut yang diungkapkan Ryle, bahwa badut dapat melakukan akrobat  bahwa merupakan hal mudah bagaimana sebuah organisma melakukan suatu tindakan,  namun menganti kalimatnya sedikit saja  akan membuat sedikit perubahan walaupun ini tidak berarti mereduksi tindakan tersebut, misal kata ‘can’ ke kata ‘is able to’ dsb, dari verbal ke adjectival atau bentuk form.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pada setiap kemungkinan tiadalah  merupakan area dari  pertanyaan, adalah sebuah pengingkaran dari paradoks yang dimanufaktur lebih berguna daripada apa yang dipelajari dalam evolusi mental. Sebuah beban di masa lalu yang hampir semua dikarenakan oleh kesalahan antropologi di masa lalu - - ethnocentrisme, sebuah overconcern  dengan keunikan manusia, imajinasi sejarah yang direkonstruksi,  sebuah konsep superorganik dari kebudayaan, tingkatan utama dari perubahan evolusi - - dan semua pencarian untuk asal dari mentalitas manusia yang ditekankan kepada keburukan atau  pada berbagai ukuran  yang diabaikan. Namun melegitimasikan sebuah pertanyaan - - dan bagaimana seseorang datang untuk mempunyai pikiran adalah legitimasi pertanyaan - - yang tidak  invalid oleh jawaban yang salah mengerti .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya pada bab kedua,  Geertz menjelaskan bahwa terdapat 2 pandangan dari human mind evolution, yang dianggapnya inadequate, dan masih digunakan saat itu. &lt;br /&gt;1. Pandangan pertama mengenai proses pikiran manusia yang oleh Freud dikatakan sebagai “primary” - - substitution, reversal, condensation dan sebagainya - -  adalah phylogenetically utama bagi  apa yang ia sebut “ secondary” - - directed, logically ordered, reasoning dan sebagainya. Thesis ini telah digunakan pada asumsi untuk mengidentifikasi pola dari budaya dan mode pemikiran. &lt;br /&gt;2. Pandangan kedua mengenai human mental evolution yang berkembang, tidak hanya existence dari pikiran manusia dalam essentialitas bentuk modern sebuah pendukung yang diperlukan untuk akuisisi dari budaya, namun perkembangan budaya didalamnya itu sendiri telah menjadi tanpa sesuatu yang signifikan bagi mental evolution. &lt;br /&gt;Selain itu ia juga mengambarkan tentang bagaimana sebuah kebudayaan itu lahir  dan tubuh dalam kehidupan manusia. Bagaimana orang tua mengajarkan untuk berkomunikasi, belajar dan mengajarkan dan untuk mengeneralisasikan dari rantai yang tidak pernah putus untuk mediskritkan perasaan dan atribut untuk kemudian budaya saling berakumulasi. Dan ia mempertanyakan bagaimana hubungan antara enculturated man dan nonenculturated non-man, tentang fosil Australopithecine yang berasal dari Afrika selatan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasannya mengenai otak Australopithecine menghantarkan ia kepada permulaan sebuah budaya, sesuatu yang agak sukar diterangkan sirkumtansi jika kapasitas kebudayaan adalah  bergantung pada apa yang telah disatukan hasilnya dari potongan kuantitatif namun kualitatif  metastatic merubah dari air yang membeku. Tidak hanya menjadi sebuah panduan yang menyesatkan untuk dipekerjakanb dari persetujuan oleh imajinasi penilaian penampilan manusia namun juga keseimbangan yang diragukan walau kita seharusnya perlu berbicara lebih jauh mengenai makna pemunculan budaya juga tentang budaya selama manusia masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada bab 3, ia banyak membahas bagaimana  kaitan antara syaraf-syaraf yang bekerja untuk mengaktifkan sebuah tindakan pada otak dalam tubuh manusia, sheep dog/ anjing gembala domba, mahluk hidup pada level yang lain seperti halnya invertebrata. Response yang dihasilkan itu nantinya menunjukkan apakah akan menghasilkan tindakan fight or flight baik itu terjadi pada hewan atau manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab ini ia juga ia mengatakan bahwa ada 3 hal mengenai  human culture adalah sebuah ingredient bukan sebuah supplementary pada pemikiran manusia untuk beberapa alasan. &lt;br /&gt;1. Fakta bahwa subhuman animals belajar untuk alasan dengan kadang dimulai dari effectivitas, tanpa belajar bahasa, tidak terbukti bahwa manusia dapat melakukan hal yang sama, selebihnya daripada kenyataan yang mana seekor tikus dapat bersetubuh tanpa mediasi belajar imitasi atau praktek yang juga dilakukan oleh simpanse.&lt;br /&gt;2. Apasics adalah orang yang belajar berbicara dan mencoba menata bicaranya, dan kehilangan (atau kehilangan sebagian) kapasistas bentukannya, bukan orang yang tidak pernah belajar bicara sama sekali.&lt;br /&gt;3. Dan yang paling utama, berbicara adalah sebuah rasa dari bunyi suara saat berbicara adalah jauh dari alas publik  instrumentalitas yang mungkin kepada pojected individuals kedalam sebuah permulaan yang ada dalam budaya lingkungan pergaulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geertz mencontohkan fenomena Hellen Keller, yang mencoba belajar dengan kombinasi manipulasi dari antara objek cultural sebagai gelas atau air seperti pola yang diajarkan oleh gurunya miss Sullivan dengan sentuhan tangannya.Geetz juga memberi contoh tentang bagaimana seseorang mencoba mengambil uang di pocketnya.  Mengutip J. Dewey bahwa fungsi dari pemikiran reflextive adalah untuk mentransform sebuah situasi didalam, yang mana terdapat pengalaman ketidakjelasan dari beberapa kejadian, kedalam sebuah situasi yang jelas, koheren, setlle, harmoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human intellection, pada spesifik rasa dari alasan yang mengaturnya, tergantung kepada manipulasi dari beberapa bentuk sumber budaya dalam sebuah tindakan perilaku sebagai apa yang diproduksi ( mengetahui, terseleksi) rangsangan dari lingkungan adalah dibutuhkan apapun gunanya oleh organisma; hal ini digunakan untuk pencarian informasi. Semakin rendah seekor hewan, maka semakin sedikit apa yang perlu diketahu dari lingkungan utamanya ke performance kelakuan; geertz memberikan contoh bagaimana burung terbang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya bahwa manusia adalah mahluk paling emosional dan juga yang paling rasional dari hewan, ini mempunyai pengaruh pada apa yang manusia takutkan, sugesti, sampai taboo, kelakukan homogenisasi, rasionalisasi yang cepat namun manusia juga tidak dapat secara efficiently absen dari keadilan yang tinggi tingkatnya dikarenakan adanya unsur emosional, mekanisme budaya yang mempengaruhi kegiatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab 4, ia mengulas kembali tentang mind, bahwa kata itu mengandung makna  pasti dari susunan disposisi dari organisma.  Kemampuan untuk berhitung adalah mental karakteristik sepertijuga kebahagiaan kronis. Bahwa problems dari evolusi pikiran adalah telah ada walaupun sebuah isu yang salah dari generasi oleh kesalahan membayangkan metaphysic, juga satu penemuan yang pada point ini termasuk sejarah kehidupan sebuah anima yang tidak kelihatan telah ditambahkan pada material organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya, tercantum bahwa pemikiran manusia adalah sebuah tindakan overt yang utama  dikonduksi dalam makna dari material objective dari budaya yang pada umumnya dan hanya hal kedua sebagai tindakan pribadi. Dalam perlaksanaannya keduanya saling mendirect alasan dan menformulasikan sentiment seperti halnya integrasi dari apa yang masuk dalam motives,  proses mental manusia bagaimanapun termasuk mengambil tempat di meja para pelajar atau pemain bola di lapangan. Klaim isolasi untuk sistem tertutup dari apa yang utama dari budaya, organisasi sosial, kelakuan individu dan ketakutan physiology kepada saling berlawanannya tidak-saling berdiri, progress dalam analisa kebutuhan pikiran manusia sebuah serangan bersama  dari virtual semua dari ilmu kelakuan, yang mana didlamanya ditemukan  adanya saling mendesak antara penghubung theoritical  dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-3377283206841781945?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/3377283206841781945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=3377283206841781945' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/3377283206841781945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/3377283206841781945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/05/dari-buku-interpretation-of-culture.html' title='dari buku interpretation of culture, clifford geertz'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-2591762709085396479</id><published>2009-05-14T05:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T05:24:45.125-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>tugas folklor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-Tokoh Folklor Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wyland D. Hand (1907 – 1989)seorang pakar budaya Jerman (germanist) dan folkloris (Donald J. Ward, 1996:361-362). Lahir di Auckland, Selendia baru tempat orangtuanya bermigrasi. Masa kecilnya ia lewatkan di Utah kemudian setelah lulus sekolah menengah ia pergi ke Jerman mengikuti agama Mormon. Berdiam disana 3 tahun, sehingga fasih berbahasa Jerman,kemudian tertarik pada kebudayaan dan kesusastraan Jerman. Sekembalinya dari Jerman, ia belajar bahasa Jerman formal di University of Utah hingga memperoleh gelar B.A ( 1933) dan M.A setahun kemudian.  Setelah itu ia melanjutkan pendidikannya di University of Chicago, dimana ia meraih gelar Ph.D dibawah bimbingan Archer Taylor dengan disertasinya yang berjudul The Schnaderhupfel: An Alpine Folk Lyric, telah diterbitkan oleh University of Chicago Press (1936).Setelah memberikan mata kuliah Jerman selama 1 tahun di university of Minnesota, Hand menjadi dosen tetap dalam mata kuliah bahasa-bahasa Jerman di UCLA, dimana ia terus mengajar sampai tiba masa pensiunnya. Di UCLA, ia juga mendirikan program pengajaran interdepartemen dan lembaga penelitian folklor, yakni pusat untuk kajian folklor komparatif dan mitologi. Ia juga telah meningkatkan koleksi arsip folklor di perpustakaan penelitian universitas dengan ambisi menjadi yang terbaik di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1941), bersama Archer Taylor mendirikan  California Folklore Society. (1947-1951), menjadi editor Journal of American Folklore.(1954-1958), menjadi editor majalah Western Folklore.(1957-1958), menjadi presiden American Folk Society.(1960-1970), menjadi presiden California Folklore Society.(1941-1946), penelitiannya di lapangan mengenai kalangan para penambang di Montana, Utah dan California, diterbitkan dalam satu seri artikel. (1942), Ia menerbitkan kamus Dictionary of Words and Idioms Associated with Judas Iscariot. Ia juga menulis artikel dengan banyak topik, seperti legenda Mormon mengenai Nephites, peribahasa Jerman di Los Angeles, nyanyian rakyat dan adat istiadat rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Hand mengoleksi bahan folklor yang ia kumpulkan melalui penelitian dan ribuan publikasi yang kemudian ia kumpulkan dalam sebuah arsip yang diberi nama UCLA Archive of Popular Beliefs and Superstition yang kemudian sistem klasifikasi Hand menjadi dasar karya-karya yang ia edit kemudian. Karya-karya tersebut adalah Popular Beliefs and superstitions from North Carolina (1961-1964), tiga jilid buku Popular Beliefs and Superstitions: A Compendium of American Folklore from Ohio Collection of Newbell Niles Puckett(1981), &amp; Popular beliefs and superstitions from the Anthon S. Cannon Collection of Utah Folklore (1984). Koleksi  North Carolina Collection-nya memperoleh penghargaan Giuseppi Pitre International Prize (1965). Di tahun 1972, ia memperoleh gelar Knight First Class in the Orde of the Lion dari pemerintah Finlandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hand telah mempublikasikan banyak topik mengenai pengobatan alternatif seperti praktek crossing the water, magical divestment abd transference of disease dan sebagainya. Banyak artikelnya yang dibukukan salah satu jilid berjudul Magical Medicine (1980).Hand meninggal karena serangan jantung 22 Oktober 1986. Pada saat yang sama ia sedang membantu proyek penerbitan Encylopedia of American Popular Beliefs and Superstitions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;William Hugh Jansen(1914 -1979)seorang folkloris yang lahir di Stamford, Connecticut dan memperoleh gelar B.A-nya dari Welseyan University  tahun 1935( R. Gerald Alvey, 1996:404). Tahun 1949, Jansen dianggap memperoleh gelar Ph.D ilmu folklor ketiga dari Indiana University (1949). Setelah itu Jansen mengajar di University of Kentucky, tahun 1949-1979, dan memasuki masa pensiun sebulan wafatnya.&lt;br /&gt;Jansen menjadi folkloris terkenal secara internasional terutama berkat karyanya mengenai stereotyping kebudayaan, dan juga karena artikelnya mengenai istilah legenda”esoteric-exoteric” dalam folklor ( Jansen,1959). Jansen juga memberi kuliah di luar negeri, mendokumentasikan legenda dari berbagai  tokoh-tokoh sejarah dunia, seperti tokoh legenda sejarah Turki yang terkenal dan tokoh legenda sejarah lain yang dijadikan tema disertasinya dan kemudian diterbitkan 1977, berjudul: Abraham’Oregon’ Smith: Pioneer, Folk Hero and Tale Teller .&lt;br /&gt;Baru menjelang akhir karir Jansen diakui telah menyumbangkan ide-ide kepada para “folklorist baru” - - terutama mengenai folklor lisan, hubungan peran aktor dan penontonnya dan adanya korelasi sangat penting antara genre, konteks dan fungsi.&lt;br /&gt;Jansen telah mempublikasikan sekitar 50 artikel dan menjadi editor jurnal di 4 negara bagian dan jurnal folklor regional. Ia adalah  anggota kehormatan (fellow) dari American Folklore Society, sekaligus merupakan editor umum dari bibliografi dan terbitan khusus American Folklore Society, dan dua kali menjabat sebagai wakil presiden dari perhimpunan tersebut. Jansen juga adalah seorang Fullbright Lecturer, Ford Foundation Fellow, A Fellow of The National Endowment for the Humanities, anggota International Society for Narrative Reseach, dan anggota delegasi American Council of Learned Societies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul G. Brewster (1898-?) Menurut Janet M. Cliff(1996:103), Brewster adalah seorang pakar nyanyian rakyat (folksong) dan permainan rakyat (folkgame).Lahir di Stendal,Indiana. Memperoleh gelar B.S dari Oakland City College di Indiana (1920) dan gelar M.A dari University of Oklahoma  (1925).  Karir pengajarannya banyak dihabiskan di Tennesse Technological University.&lt;br /&gt;Folkloris Amerika umumnya mengenal karya-karya Brewster mengenai nyanyian rakyat. Pendekatannya menekankan pada Historic-geographic, kesimpulan yang diambil, teknik pengumpulan data, gaya presentasi (presentasi style), dan persepsi mengenai siapa yang mewakili ”the folk” dan apa yang merupakan “folklore” adalah tipikal yang mewakili masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publikasi Brewster mengenai permainan rakyat berjumlah 65 buah, merupakan tipikal pada masanya. Namun penelitian mengenai penelitian rakyat bersifat atipikal terus berlangsung, secara esktensif dan intensif, sehingga merupakan sesuatu yang sangat menonjol dalam kajian folklor. Walaupun secara teoritis Brewster hanya menambahkan sedikit hal-hal baru, namun bukunya yang berjudul American Nonsinging Games(1953) boleh dianggap sebagai karya terpentingnya dalam subjek permainan rakyat karena dalam buku itu ia mengkhususkan perhatiannya pada permainan rakyat tanpa diiringi dengan nyanyian, yang selama itu jarang dipublikasikan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brewster juga mempublikasikan banyak genre folklor lain, seperti pengobatan rakyat, teka-teki, lelucon dan upacara.  Di samping itu, juga membahas topik-topik yang eksotik, seperti mengenai cara menangani ular dan berjalan di atas api. Pada pertengahan abad 20, Brewster menjadi terkenal secara internasional dikarenakan ia sering menulis bersama pakar-pakar luar negeri, sering menulis folklor tentang bangsa-bangsa asing non-Amerika, seperti orang Ceko dan Slowakia, Hongaria, India Timur,  Nigeria, Malaysia, Mesir, Rusia, Iran, Tibet dan lain-lain.&lt;br /&gt;Bersama Robert E. Allen,  menjadi pendiri perhimpunan Hoosier Folklore Society tahun 1937, namun ia bukan anggota American Folklore Society. Selain itu, ia adalah anggota Gypsy Lore Society dan American Dialect Society. Walaupun menjadi anggota perhimpunan orang Gypsy, namun ia sendiri tidak pernah mempublikasikan folklor suku bangsa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Brewster telah membuktikan kemampuan akademisnya dengan publikasi lebih dari 100 karya ilmiah namun ia tidak pernah menyelesaikan S3-nya di Indiana University. Di samping mengabaikan pendidikan formalnya, ia kurang perhatian dengan hubungan sesama akademisi dinegaranya sendiri. Ia lebih mementingkan hubungan denga pakar diluarnegerinya. Ini juga membuatnya tidak terkenal di negerinya sendiri. Bahkan banyak cerita tentang dirinya, tentang cerita burung bahwa terjadi suatu skandal dan cerita lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan Dundes ( 1934 -?)Lahir 8 September 1934 di Newyork dari pasangan Maurice Dundes dan Helen Rothschild (Rosemary Levy Zumwalt, 1955:1-66). Ayahnya seorang pengacara dan ibunya seorang ahli musik piano.  Pada  usia 9 tahun, Alan pindah dari Manhattan ke kota kecil Patterson,Alan pun melewati masa kecilnya bersama adik perempuannya disana. Pada saat makan malam, ayahnya sering becerita tentang kejadian lucu di kereta api yang ditumpanginya saat pulang-pergi bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Menengah Pertama dan Atas ia lalui di kota kecil Pawling, hobbynya memancing, berjalan kaki dan membaca. Ia juga mempunyai keahlian di bidang musik, khususnya alat musik klarinet yang menghantarkannya pada kemenangan di lomba komposisi  scholastic magazine dan bermain solis klarinet bersama orkestra Little Orchestra Society dalam satu konser seri empar pertunjukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus sekolah menengah, ia masuk Yale College di New Haven. 1952, ayahnya wafat sehingga ia harus membiayai kuliahnya sendiri. Ia bekerja di juru tulis di kantor pelatih renang, Bob Kiphuth, ia bekerja di bagian pesanan buku-buku perpustakaan Yale. Dari pekerjaan ini ia banyak membaca buku-buku bermutu yang membuatnya memutuskan untuk pindah dari mayor musik-nya ke kesusatraan Inggris agar dapat menghadiri kuliah Maynard Mack, seorang ahli mengenai Shakespeare.  Alan juga mengambil kuliah pendidikan wajib bila ia akan mengambil M.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1955, setelah mengambil gelar B.Anya ia bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat, masuk sebagai tentara cadangan. Dan ia cukup beruntung karena ditempatkan di kapal tanker minyak USS Missisinewa (A0-144) yang menjadikan Naples, Italia sebagai pangkalannya. Sehingga ini memudahkan Alan untuk mengunjungi Eropa. Setelah 2 tahun di kemiliteran, ia kembali ke Yale, ia dengan beasiswa pemerintah, berhasil menyelesaikan  MAT dalam bahasa Inggris. 1958, ia menikah dengan Carolyn Browne dari Florida, seorang mahasiswa pascasarjana di Yale Drama School. Setelah menikah mereka pergi ke Prancis, Alan mengajar conversational English bagi siswa-siswa SMA di Colmar, Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 1957-1958,  ketika sedang menyelesaikan S2nya dan sebelum menikah, Dundes menemukan sesuatu yang mengubah arah hidup akademisnya, yakni tanpa sengaja bertemu dengan ilmu folklor setelah membaca tulisan Joyce dan Yeats ketika mengikuti seminar fiksi modern yang diajar oleh Cleanth Brooks. Namun pertanyaan mengenai mite dan tahyul-tahyul yang ia tanyaakan pada Brooks tidak memuaskan dirinya sehingga ia pergi bertanya pada dosennya yang lain, Paul Pickerel. Paul menawarkan tempat-tempat dimana Dundes bisa mempelajari  hal-hal tersebut, contohnya di Illinois atau di Indiana university. Dundes yang menggemari lelucon, permainan rakyat dan dongeng sejak dulu membaca katalog kedua universitas, ia menemukan bahwa di Illinois ada mata kuliah” The Folktale” sementara di Indiana ia menemukan ada Departement of Folklore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 2 tahun di Alasce, Alan dan istri pindah ke Bloomingtom, Indiana. Di Indiana university, Alan dibimbing Richard Dorson disamping mengikuti kuliah folklor Rusia yang diajar Felix Oinas. Pakar ini memperkenalkan Alan kepada karya-karya Vladimir Propp. Sedangkan untuk teori tentang mite, Dundes memperolehnya dari David Bidney,mengenai dongeng dari Warren Robertsdan mengenai folklor North American Indian dari Erminie Wheeler-Voegelin. Dalam 3 tahun Dundes menyelesaikan S3-nya dalam ilmu folklor. Disertasinya kemudian diterbitkan The Morphology of North American Indian Folktale, yang diterbitkan oleh  Folklore Fellows Communications, No,195 (1965)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1962, Dundes sekeluarga pindah ke Lawrence, Kansas menjadi dosen bahasa Inggris di university of Kansas. Namun hanya untuk satu tahun kemudian ia pindah ke California karena mendapat tawaran dosen di UC, Berkeley. Berkat publikasi tulisannya yang banyak dan usahanya yang keras dalam memajukan ilmu folklor, ditambah lagi dengan banyaknya tawaran untuk pindah ke universitas lain, karir akademis Dundes di Berkeley maju sangat pesat. Diawali sebagai assistant professor (1963-1965), associate professor(1965-1968) sehingga pada tahun 1968, di usia 33 tahun ia dikukuhkan sebagai professor penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dundes seorang folkloris yang banyak menciptakan teori. Mula-mula ia menganut aliran strukturalis yang dipengaruhi Vladimir Propp. Hasilnya adalah disertasinya. Metode strukturalis Dundes dibuat untuk membuktikan bahwa dongeng-dongeng orang Amerika Indian tidak acak seperti sangkaan orang semula, melainkan memiliki struktur. Dari hasil penelitiannya, terbukti bahwa dongeng dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang disebut motifemes atau rangka-rangka. Menurutnya, setiap dongeng terdiri atas deretan motifemes, dan seperti sebuah kotak, setiap motifeme dapat diisi dengan beraneka ragam motif atau allomotif(motif pengganti). Metode analisis strukturalis Dundes ini adalah berdasarkan metode analisis strukturalis yang dikembangkan Vladimir Propp. Motifeme Dundes dapat disamakan dengan function dari Propp. Istilah motifeme sendiri dipinjam Dundes dari Kenneth L.Pike.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian Dundes, dongeng-dongeng Amerika Indian setidaknya terdiri atas: motifeme disequilibrium(keadaan tidak seimbang) menuju keadaan equilibrium(seimbang). Keadaan ini oleh Dundes dirumuskan sebagai lack (kekurangan), biasa disingkat L, dan lack liquidated(kekurangan dihilangkan) atau LL. Namun kebanyakan dongeng orang Amerika Indian tidak hanya terdiri atas 2 motifemes saja melainkan dapat mencapai 5 motifemes, dengan ditambah 3 motifemes, yang berupa violation(viol) yang berarti pelanggaran dan consequence(conseq.) yang berarti akibat. Yang terakhir adalah attempted escape (AE), yang berarti”usaha untuk melarikan diri”(untuk jelasnya, baca Dananjaya,1977:93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dalam perjalanan kehidupan akademisnya, Dundes menjadi pengikut teori-teori Neo-Freudian(Psikoanalisis). Menurutnya, pendekatan psikologis untuk mempelajari folklor dapat memberikan perspektif yang sebelumnya tidak ada dalam karya-karya antropologis dan folkloris. Lebih spesifik lagi adalah pendekatan psikoanalisis dapat dipergunakan untuk membuktikan adanya prinsip-prinsip umum tentang kondisi manusia yang berlaku lintas budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alan Dundes menjadi  terkenal bukan hanya karena penelitiannya dan publikasinya mengenai humor Amerika namun karena ia folkloris yang banyak mempublikasikan buku dan artikel yang diterbitkan di majalah ilmiah dan encyclopedia britanica. Dundes juga seorang editor pada majalah ilmiah folklor. Tahun 1965, bersama William Bascom, W. Eberhard, Bertrand Bronson, dan Joseph Fontenrose, mendirikan program M.A ilmu folklor di UC Berkeley. Ia juga membangun arsip folklor University of California Folklore Archives, yang ruangannya kini terletak di lantai 1 dari gedung Kroeber Hall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dikenal sebagai guru terpopuler di Berkeley, kuliahnya menarik dan segar sehingga di tahun 1994 dianugrahi Berkeley Distiguished Teaching Award. Ia juga pernah menerima sumbangan dana dari mantan mahasiswanya yang pernah diajarnya 37 tahun lalu, dana itu kemudian disumbangkan kepada untuk pengembangan program Folklor di UC, Berkeley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jan Harold Brunvard, berkat buku teksnya mengenai folklor Amerika, The study of American Folklore, yang sudah mengalami cetakan ke-4 (1998a) dan digunakan di semua program Folklor di Amerika serikat, bahkan juga di luar negeri, nama Jan Harold Brunvard menjadi terkenal di kalangan mahasiswa folklor. Tahun 1996, ia berhasil mengedit sebuah encyclopedia yang mengumpulkan lebih dari 200 penulis-penulis kenamaan folklor. Judul buku tersebut adalah American Folklore: An Encyclopedia(1996).Dalam buku tersebut terkumpul 500 artikel yang membicarakan bentuk-bentuk folklor seperti cerita prosa rakyat, musik rakyat, seni kriya, olahraga, tokoh-tokoh legendaris, pameran pertunjukan rakyat, penulis dan berbagai kepercayaan rakyat beserta praktek-prakteknya. Ensiklopedia ini juga membahas tokoh-tokoh folklor Amerika Serikat. Namun, karena pembahasan hanya dibatasi pada mereka yang sudah meninggal dunia, maka jika pembacanya hendak mengetahui biografi tokoh-tokoh folklor besar Amerika Serikat yang masih hidup, spt Alan Dundes dan juga Jan Harold Brunvard sendiri, tidak menemukannya disana. Dan, buku ini hanya membatasi diri pada folklor para imigran yang  kini sudah menjadi orang Amerika. Dengan demikian, folklor suku-suku bangsa Amerika Pribumi ( Amerika Indian ) tidak dimasukkan ke dalamnya. Mungkin, Brunvard akan membuat encyclopedia folklor khusus mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brunvard terkenal sebagai folkloris, pakar dan pelopor penelitian legenda perkotaan (urban legends), dan telah menulis beberapa buku mengenai bentuk folklor tersebut, seperti The Vanishing Hitchiker: American  Urban Legends and Their Meaning (1981); The Coking Doberman (1984); The Mexican Pet (1986); Curses! Broiled Again!(1989); The Baby Train and Other Lusty Urban Legends(1993) dan lain-lain.&lt;br /&gt;Brunvard memperoleh gelar Ph.D Ilmu Folklor dari Indiana University di bawah promotor Richard M. Dorson. Kini ia adalah guru besar Emeritus di University of Utah dimana ia  telah mengajar sejak tahun 1996. Ia adalah juga mantan presiden perhimpunan The American Folklore Society, disamping pernah menjabat sebagai redaktur beberapa majalah ilmiah, termasuk majalah The Journal of American Folklore. Di samping itu, Brunvard adalah seorang kolumnis dan narasumber yang sering berbicara di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-2591762709085396479?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/2591762709085396479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=2591762709085396479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/2591762709085396479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/2591762709085396479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/05/tugas-folklor-tokoh-tokoh-folklor.html' title=''/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-6050064009211005641</id><published>2009-05-14T05:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T05:21:34.657-07:00</updated><title type='text'>Dari Gandos ke Makanan lain ke Roma</title><content type='html'>silahkan dikritisi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Gandos ke Makanan lain ke Roma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mengapa saya menuliskan judul dari Gandos ke Makanan lain ke Roma, sebenarnya saya ingin mengambarkan tentang gandos atau gemblong yang merupakan rakyat khas Indonesia dengan pengandaian makanan-makanan khas Italy lumayan banyak hadir di Ibukota Jakarta saat ini&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenal kata Gandos dalam kelas Adaptasi Manusia, gandos adalah bahasa jawa untuk makanan kecil terbuat dari beras ketan bersalut gula merah, dalam lingkungan keluarga saya yang berlatar jawa barat dan betawi, bentuk gandos itu mengingatkan saya pada gemblong. Dahulu ketika masih kecil, gemblong biasanya dibeli oleh ibu saya dari seorang penjaja kue dan jajanan pasar yang berkeliling perumahan, dan biasanya ibu menyediakan untuk kami sekeluarga makan pagi. Nikmat dihidangkan bersama teh manis atau kopi, terkadang ibu menghidangkan gemblong itu bersama dengan misro atau combro hangat buatannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gandos atau gemblong merupakan makanan rakyat,seperti halnya misro dan combro. Selama ini untuk sarapan pagi atau kudapan sore, makanan tersebut merupakan makanan yang lumayan terkenal di pulau jawa. Gandos dan gemblong terbuat dari beras ketan yang diuleni bersama kelapa parut sementara misro dan combro terbuat dari singkong parut, dicampur kelapa parut kemudian diuleni dan dalamnya diisi gula merah atau tumisan oncom. Ini mengingatkan saya bahwa orang Indonesia mengenal makanan selain beras nasi untuk konsumsi makannya, namun kebutuhan akan beras nasi begitu tinggi sampai-sampai Indonesia belakangan ini harus mengimpor beras nasi dari luar negeri untuk di konsumsi berjuta-juta manusia Indonesia. Lalu begitu berharganyakah beras nasi bagi masyarakat Indonesia? Sementara banyak makanan pokok orang Indonesia yang tidak hanya nasi. Mari kita membahasnya satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum Indonesia lahir, telah ada penduduk yang membudidayakan padi beras untuk membantu kelangsungan hidupnya. Banyak jenis padi yang ada di masyarakat, bahkan di suku Badui – Jawa Barat dikenal 7 macam jenis padi. Ada juga padi-padi yang tumbuh mirip alang-alang rumput liar di beberapa tempat di Indonesia. Tapi mengenai asal  tanaman padi datang dari mana, saya pribadi masih bingung, karena ada yang menyatakan bahwa tanaman itu memang sudah tumbuh disana sejak lama, ada juga yang mengatakan bahwa padi beras itu di datangkan oleh para penjelajah dari Cina atau India—setahu saya sudah sejak lama orang Cina dan India memakan nasi untuk makanan pokok sehari-hari, malah pada suatu artikel di media massa saya membaca bahwa padi beras berasal dari daerah Srilangka. Yang jelas, di asia hampir semua mengenal beras nasi. Walaupun ada juga beberapa tempat yang memakan ubi sebagai makanan pokoknya, singkong, sagu, atau umbi-umbi lain, yang jelas merupakan bahan karbrohidrat yang sama yang dapat digunakan untuk makan oleh penduduk.&lt;br /&gt;Perkembangan tekhnologi dan informasi juga mempengaruhi perubahan pada penanaman jenis padi dan tanaman. Demi menunjang kebutuhan akan kualitas yang baik terhadap suatu bentuk, maka banyak ahli mencoba menaikan segala hal dalam satu jenis tanaman. Misalnya, pada beberapa kasus, di Jepang atau Amerika, mencoba menerapkan bahwa satu jenis tanaman itu, rasanya sebaiknya manis, buahnya gurih dan teksturnya proposional. Padahal demi membuat hal itu menjadi nyata, para ahli tanaman mengunakan berbagai macam alat, misalnya membuat memakai sinar tertentu (radiasi) atau mengawinkan berbagai jenis tanamana agar tercipta anakan tanaman/buah hasil tanaman yang sesuai dengan keinginan pasar. Sayangnya, tanaman-tanaman yang diradiasi, dengan  kualitas hasil bagus jangka waktu panen cepat serta tahan hama, dengan pemupukan dan pestisida yang kadarnya tinggi, memang menguntungkan beberapa pihak namun juga merugikan beberapa pihak lain. Misalnya saja, tanaman-tanaman yang merupakan hasil radiasi tersebut, ternyata juga merupakan penyebab penyakit kanker, sehingga beberapa orang akhirnya mencoba beralih ke konsumsi tanaman sayuran organik yang panen-nya memakan waktu lama bahkan teksturnya tidak sebaik tekstur tanaman yang kualitasnya bagus, yang sering terdisplay dengan baik di supermarket. Pada sayuran organik, kita dapat melihat adanya bekas gigitan ulat tanaman, atau titik-titik pada tanaman, oleh sebab pengunaan pupuk atau pestisida yang rendah atau sama sekali tidak mengunakan perstisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, disamping import beras yang dilakukan Indonesia dan makanan organik yang banyak dikonsumsi orang Indonesia, ternyata juga telah hadir banyak restorat cepat saji di Indonesia. Misalnya datangnya KFC di masa tahun 80’an, kemudian Pizza hut, Dairy Queen, Burger King, menyusul Mc Donald yang belakangan dapat kita temukan diberbagai sudut di kota Jakarta. Mungkin saja jumlahnya kini menyamai jumlah rumah ibadah di Jakarta. Bayangkan bahkan salah seorang tetangga saya dahulu begitu mengebu-gebunya ingin merayakan ulang tahun anaknya di salah satu outlet di Mc Donald sementara saya tahu penghasil si bapak, tetangga saya itu tidak seberapa namun demi memperoleh gengsi merayakan pesta anaknya yang berumur 5 tahun, maka ia pun merelakan uangnya untuk pesta si kecilnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kesempatan lain, saya diajak oleh sahabat saya untuk makan di dua tempat. Yang satu restaurant cepat saji Pizza yang cukup terkenal, kami memesan seloyang pizza ukuran sedang untuk makan malam, dengan sosis besar-besar di tiap pinggirnya, sementara pada hari berikutnya ia mengajak saya makan siang di sebuah resto pasta di depan hotel 4 seasons. Keduanya mempunyai cita rasa yang saya bilang enak, gurih dan  banyak kejunya. Saya masih ingat betapa cantiknya lelehan keju pada lasagna yang saya dan teman saya pesan di restaurant pasta itu. Namun setelah saya sadari, lalu dimana posisi makanan indonesia di masyarakat saat ini, khususnya di ibukota, dengan kesibukan tingkat tinggi, informasi yang datang dari luar negeri mengalir bak air bah yang dapat menerjang tembok tebal?  Kalaupun ada yang mencoba menghadirkan masakan dan makanan Indonesia seperti rumah makan Dapur Sunda, Kedai Tiga Nyonya yang menjual masakan peranakan, rumah makan padang namun sayangnya masih kurang gencar dengan promosi yang dilakukan oleh franchise restoran cepat saji dari luar negeri, bahkan dengan harga Rp 5.000 kita sudah bisa menikmati makanan di Mc donald.  Belum lagi, untuk sarapan pagi, jarang orang di pusat kota yang masih menikmati sarapan dengan gandos, gemblong atau jajanan pasar, yang ada adalah mondar-mandirnya tukang roti tawar di perumahan, dengan keterbatasan waktu, akhirnya ibu-ibu sekarang lebih senang menyajikan roti tawar untuk anak-anaknya makan pagi atau mungkin sereal cepat saji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kemana larinya gandos, bila semua yang disajikan ala eropa? Menurut saya, ada baiknya sosialisasi makanan pokok karbohidrat selain nasi jangan gaungnya hanya sebatas di TVRI atau TV edukasi semata, mustinya ada ruang bagi kita untuk menghargai budaya makan masyarakat, bukan hanya sekedar memburu uang iklan. Ini sama saja kita terus ber-tuan pada dunia barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegasan pemerintah juga diperlukan dalam menciptakan sistem terhadap penanganan gizi, jangan yang di Jakarta berkelimpahan makanan namun di luar pulau Jawa harus kekurangan gizi. Pemerataan dengan mengembangkan berbagai pengetahuan di masyarakat juga perlu diberikan agar kita tidak bergantung pada satu hal yang pada akhirnya mencelakai Indonesia kita. Jadi mari kita bersama-sama mengembangkan semangat makan makanan Indonesia. Karena kita tidak pernah tahu, tahun berapa nanti gandos, gemblong, misro dan combro tidak pernah lagi anak-anak cucu kita mengenalnya sebagai kudapan di meja makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-6050064009211005641?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/6050064009211005641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=6050064009211005641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/6050064009211005641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/6050064009211005641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/05/dari-gandos-ke-makanan-lain-ke-roma.html' title='Dari Gandos ke Makanan lain ke Roma'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-3103895349850407977</id><published>2009-05-14T05:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T05:14:40.422-07:00</updated><title type='text'>Pulang Kampung</title><content type='html'>silahkan dikritisi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang Kampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang Kampung. Ya Pulang kampung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu menjadi kata yang membuat saya sulit menerjemahkan apa maknanya. Ketika  sahabat -sahabat tercinta berkata,”Lebaran ini pulang ke kampung! Mudik!”. Entah ke Cirebon kah, ke Purwokerto, ke Wonogiri, ke Padang kah, ke Makassar kah atau ke Gorontalo sekalian yang paling jauh. Yang pasti selalu ada yang pulang ke kampung mereka ketika lebaran tiba. Sepulang dari kampung mereka, biasanya di kelas ada saja oleh-oleh yang dibawa. Entah itu rengginang kering buatan neneknya, kerupuk singkong pedas balado khas SumBar, hiasan manik-manik atau gantungan kunci, kue Karawang khas Gorontalo, kain batik jawa hingga sutra Makassar. Kadang ada rasa sedikit iri terhadap mereka. Enak ya punya kampung halaman? Bisa cerita segala hal tentang kampungnya. Punya lembah dan gunung. Punya hutan dan danau. Punya kisah perjalanan darat, laut maupun udara.  Saya hanya dapat mendengar ceritanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ..saya. Ya..saya? punya apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya memandang diri saya pada posisi yang tidak kiri dan tidak kanan. Kadang saya merasa..kok ya saya ini merasa berada dalam ketidakjelasan yang walaupun keluarga sudah mempunyai patokan bahwa saya ini adalah orang betawi – sunda. Bicara soal Betawi seperti telah saya kemukakan di kelas bersama teman-teman Pasca Antropologi UI, saya terlahir dari ayah yang separuh darahnya keturunan Cina peranakan, Arab peranakan, Makassar dan Sunda Sumedang. Mereka semua datang dan bertemu di Jakarta lalu kawin mawin. Dan Nenek – Kakek dari ayah yang telah lama tinggal di Jakarta, yang telah lama meninggalkan budaya-budaya nenek moyangnya karena telah berbaur dan beragama islam lalu menjadilah betawi saja. Lebih ringkas toch! Kebanding harus menjelaskan panjang lebar siapa kami? Darimana kami? Siapa nenek moyang kami? Namun saya pribadilah yang sering menanyakan orangtua dan nenek-nenek saya soal darimana saya lahir? Siapa kah orang-orang tua sebelum nenek saya lahir? Kisah-kisah haru masa penjajahan belanda – jepang mereka atau bahkan kisah cinta mereka dengan pacar atau suami mereka yang kadang membuat saya geli mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara almarhumah ibunda saya. Seorang sunda dari Menes, Banten dan Pesawahan, Purwakarta. Namun ia dibesarkan di Subang – Jawa Barat. Katanya sudah tidak ada saudara di Banten. Karena hampir dari seluruh keluarga kakek tinggal di kota Jakarta. Sementara sampai SD kelas 6, saya masih bisa ke pesawahan karena masih ada UU’ Aki, buyut laki-laki saya. Namun beranjak SMP setahu saya ia meninggal, dan rumah pesawahan di jual keluarga. Padahal enak sekali disana, saya bisa menghabiskan waktu memancing di empang belakang sambil bercanda dengan om-om dan sepupu-sepupu saya. Atau berenang ke kali dekat rumahnya, mencari kunang-kunang di malam hari, atau sewaktu Nini uyut masih ada, saya akan dengan sangat senang turun mengobok-ngobok kolam ikan masnya sampai ikannya pusing atau ingatan saya pada hembusan mengepul-ngepul uap nasi hangat yang diangi oleh Nini uyut dengan kipas bambunya, yang sering saya mintai semunjung kecil-kecil nasi yang kemudian dicocol garam. Biasanya dengan rela hati ia akan buatkan untuk saya. Rasanyaaa enakkk sekaliii!! Saya rasa Shangrilla atau Marriot pun tak punya menu khusus ini..ha..ha! Walaupun saya dan Nini uyut memakai bahasa yang berbeda. Nini uyut memakai bahasa sunda, dia tidak bisa bahasa Indonesia sementara saya kecil memakai bahasa Indonesia. Walaupun mengerti sedikit bahasa sunda tetapi saya bukan penutur seperti ibu atau nenek saya. Tapi kok bisa-bisanya nyambung ya?  Ada yang menghubungkan kami berdua walaupun kelihatannya ini hal yang aneh. Berkomunikasi dalam bahasa tarzan. Mungkin kami nampak seperti para chimpanzee yang mengunakan gesture  untuk berkomunikasi seperti dibahas di artikel  The Human Adaptation For Culture, Micheal Tomasello hal. 521-526.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Kami berkomunikasi.Adalah kebutuhan bagi manusia untuk berkomunikasi. Bahkan sejak dalam kandungan pun manusia sudah butuh untuk berkomunikasi. Menendang nendang perut ibunya adalah satu bentuk reaksi manusia yang terlihat di awal sebelum memasuki kehidupan nyatanya. Ada interaksi dalam kita berkomunikasi. Ada yang berperan sebagai source, receiver, ada message, ada proses encoding – decoding serta feedback.(Porter &amp; Samovar, 1998: 14-15 dalam Komunikasi Antar Budaya Editor: Dedy Mulyana &amp; Jalalludin Rahmat) Dan kemudian interaksi semacam ini menjadi semacam kebutuhan bagi kita untuk berinteraksi dengan orang lain agar bisa berafiliasi, ekshibisi, mengasuh dan mungkin memahami (Friedman, 2006 hl.376). Dalam kasus diatas, saya butuh berkomunikasi berinteraksi dengan cara kami - - bahasa tarzan - - agar saya berusaha mendapatkan apa yang mau. Ya semunjung kecil nasi dari baskom besar milik Nini uyut. Sebuah komunikasi simbolik yang sukses (karena mendapatkan nasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat disayangkan rumah pesawahan di jual.&lt;br /&gt;Keluarga yang tinggal di Purwakarta pun hanya tinggal satu orang. Tiada lagi acara berlebaran bersama Nini uyut dan Uu’Aki. Tinggal Kakek Pendi si jago badminton itu. Itu pun anak-anaknya kini sudah tinggal di luar purwakarta juga. Beberapa cucunya malah tinggal kos di Jakarta. Sudah deh. Tamat kisah punya kampung halaman.&lt;br /&gt;Entah apakah ibunda saya merasakan hal yang sama saat itu  atau bagaimana? &lt;br /&gt;Saya dan Kakak-kakak saya bersama ayah tercinta, kami pun mulai sering bepergian berkendara. “Biar ngerasain mudik!”. Kadang ikut ke kampung halaman saudara misalnya ke Lampung, ke Garut, ke Ciamis, ke Pangandaran, ke Yogya sampai ke Malang. Lebaran ke dua, kami sekeluarga naik mobil mengikuti mobil saudara kami yang akan rumahnya kami tuju. Seru juga, walaupun bukan kampung halaman milik kami, kami mendapat banyak pengalaman selama perjalanan bahkan tambah kenalan dari saudara-saudara kami itu. ‘Pulang Kampung’ kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kelas. Kembali ke bisnis kita.&lt;br /&gt;Ada sedikit kebahagiaan di hati saya. Mengetahui dari bahan bacaan konsep kebudayaan yang ditulis oleh Lila Abu Lughod berjudul Writing Against Culture hl.1 bahwa ada Halfies –people whose national or cultural identity is mixed by virtue of migration, overseas education or parentage yang diambil dari Kirin Narayan (Personal Communication). Nyaris sama dengan nasibnya dengan saya ya dan beberapa orang, mungkin juga jenis tanaman atau..jenis mobil  keluaran terbaru. Hybrid! Atau pada article lain menyebut kata Hybridization, the creation  of a viable offspring from two different species, may be  more possible than once thought(Ember.2007 hl 48)...Ya..Ya..Saya sejenis Hibrida! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya tak berbeda jauh denga keturunan campuran dari satu atau lebih budaya saya. Yang walaupun kadang dalam keluarga, si A  banyak tak sependapat dengan si B, dan terus membuat pusing kepala. Saya adalah manusia yang hidup diantara mereka-mereka yang saling mengatakan saya benar kamu salah atau kamu salah saya yang benar. Yang penting ada yang memahami keberadaan saya dimuka bumi ini. Dan masih dari Ember 2007 hl.48, Hybridization may be an importantn source of new variation in some population. Pencarian identitas yang membuat hati saya berbunga-bunga.&lt;br /&gt;Mungkin untuk lebih terkesan percaya dirinya..saya ini sejajarlah dengan Cinta Laura. Namun bedanya, saya tidak berkulit putih bening berwajah eropa. Saya tak lagi punya kata Kampung. Tempat dan Lokasi asal saya. Sementara Cinta Laura punya kampung di Jerman.Oh.. Betapa beruntungnya Cinta Laura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung. Tempat tinggal kami?&lt;br /&gt;Apa memang budaya itu harus punya tempat menetap asal yang pasti ya? membuat saya berpikir memang apa iya harus orang india yang tinggal di amerika itu  berarti bukan orang india? Yang padahal wajahnya khas india? Haruskah ia pulang ke kampungnya di India agar diakui keindia-annya? Atau orang Cina yang tinggal di Arab? Apa mungkin bukan orang Cina? Atau sebaliknya ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung saya itu sebuah kota bernama Jakarta. Yang didalamnya penuh dengan beragam manusia dari kota Sabang sampai Merauke. Bahkan setahu saya sudah sejak ratusan tahun lalu kota ini, kampung saya telah datang orang-orang dari berbagai bangsa di dunia. Mulai orang Belanda, Portugis, India, Arab, Cina hingga orang Afrika. &lt;br /&gt;Dan Kampung saya kini, daerah sekitar pasarminggu – kalibata, bukanlah kampung yang seperti ada dalam cerita sahabat-sahabat saya. Disini banyak gedung. Jalanan. Mal. Pasar. Banyak kontrakan. Banyak mobil dan motor setiap pagi bermacet-macet ria menuju pusat kota. Hah! Inilah kampung saya. Kampung sejuta umat. Ramai. &lt;br /&gt;Orang disana begitu terpukau dengan kampung saya dan menjadikannya tempat mencari nafkah. Saya sendiri melihat kampung saya begitu sesak. Penuh orang. Yang walaupun begitu bila berpergian keluar kota saya akan merindukan ruang sesak carut marut ini. Hutan beton yang angkuh namun banyak tinggal orang-orang yang saya cintai disana. Yang entah sampai kapan saya masih akan rindu kota kampung saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka kalimat Mrs. Browne, seorang Indian, dalam article Karen Fog Olwig mengenai Cultural Site: Sustaining a home in a deterritorialization world  hal.1 yang berkata: &lt;br /&gt;God  created the earth for people to go and from, not to stay in one place.&lt;br /&gt;Jaman kan sudah berubah! Manusia dapat berpindah dalam hitungan detik, menit, jam ke segala penjuru di muka bumi. Bicara perpindahan manusia sebenarnya sudah ada sejak lama tertulis dalam kitab-kitab agama, dongeng, legenda atau mitologi. Seperti kisah buroq-nya Muhammad, kisah garuda dan Wisnu, kisah orang yang dapat berteleport ke tempat lain, kisah para penyihir dengan sapu ajaib—harry potter mungkin, kisah para penunggang naga dari  Eropa, Cina, Jepang dan lain sebagainya. Migrasi sudah dikenal sejak lama rupanya, sebelum Wrigt bersaudara memutuskan membuat pesawat terbang. Bahkan kini memungkinkan orang-orang dari amazon pedalaman untuk datang menetap di Jakarta dalam jangka waktu tak terhingga atau sebaliknya. Begitulah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi kebudayaan yang menetapkan bahwa sebuah bangsa itu terlahir dari lokasi A, B, C menjadi kabur buat saya.  Budaya itu apa harus punya batas-batas yang jelas ya? Bagaimana dengan nasib saya ini? Lalu kalau orang Batak itu apa harus bersuara keras kalau berbicara? yang padahal sahabat saya yang Batak lama tinggal di Bandung malah lebih halus berbahasa Sunda dengan yang lebih tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya membaca buku Simulacra Bali (Ambarwati Kurnianingsih: Insistpress 2008), dimana orang tenganan yang dikenal sebagai Bali kuno saja kini sudah banyak berubah, memasukkan benda-benda elektronik, motor, mobil, vcd, magic jar atau televisi ke rumah mereka. Kain grinsing di jual ke turis, petani-petani banyak yang berubah profesi dengan bergantung pada turis, entah bekerja di artshop, jadi guide dan sebagainya.  Yang oleh karena adanya modernitas yang masuk  ke Tenganan, ada kisah diceritakan olehnya,  bahwa 4 bus tamu prancis kecewa dengan apa yang diceritakan di brosur perjalanan wisata dengan kenyataan bahwa Tenganan sekarang yang sudah sangat komersial dan modern.Efek globalisasikah? Mediakah? TV? Radio?… apalagi kambing hitamnya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi disisi lain saya melihat bahwa, tanpa batasan budaya juga ditakutkan kita akan mengeneralisasikan budaya milik orang lain jadi milik kita atau sebaliknya, misalnya beberapa budaya Indonesia kan mirip dengan budaya orang Malaysia. Waktu itu terjadi kesalahpahaman antara orang Malaysia dengan Indonesia bukan? Masalah lagu Indonesia rasa sayange yang dijadikan untuk lagu di salah satu iklan/website pariwisata Malaysia. Atau Jepang yang mengakui tempe adalah produk negaranya. Apalagi?..apalagi?..gawat juga bila tak ada batasan ya. Bisa-bisa semua milik Indonesia diakui milik negara Uzbekistan mungkin. Atau Russia..atau milik Amerika sekalian. Duh kasian sekali negeri kita ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah yang asli itu masih ada? &lt;br /&gt;Bukannya sejak lama orang Indonesia itu, ada yang berpendapat, keturunan Yunan - China Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat melemparkan pertanyaan ini ke forum diskusi kelas. Ada yang menjawab secara yakin bahwa, sebelum orang Yunan China Selatan datang, sudah ada penduduk yang tinggal di daerah-daerah tertentu di Indonesia. Seorang teman itu mengatakan” bahkan di daerah tertentu telah ada fosilnya dari jaman prasejarah. Coba deh lihat ke daerah flores, disana ada fosil orang mini” sementara yang lain mengatakan bahwa kita tak bisa memungkiri, kini orang berbaur. Sekali lagi dampak dari Globalisasi. Itu yang saya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya si manusia hibrida ini. Merasa, Indonesia setahu saya, disana sudah telah lama bercampur budaya A dengan B dan dengan C hingga Z. Bukan..bukan karena soal kehibridaan saya, namun coba dilihat lebih jauh. Budaya orang Jawa Kejawen dan Hindu Bali itu sama-sama punya pengaruh misalnya pada system penanggalan hari sesuai dengan wuku atau pawukon yang diambil dari kepercayaan jawa kuno (Geertz 1973 hl 391 -398,  Stephen Lansing 1995 hl.28-31), budaya orang Palembang itu agak mirip dengan orang Thailand, kalau tak percaya coba lihat sajalah penari gending sriwijaya yang kukunya panjang-panjang mirip dengan penari-penari di Thailand kan? Orang Sunda sendiri, alat musik kecapinya mirip dengan kecapi orang cina dan orang jepang. Keroncong? Dangdut?  Batik? Apalagi ya..wah bisa banyak sekali ya kalau dibahas satu persatu. Ada campuran dalam Indonesia kita?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia setahu saya sudah sejak lama berpindah-pindah (diatas telah juga saya terangkan sedikit bahwa digambarkan dalam mitologi, legenda ataupun dongeng).  Di dalam buku Anthropology Ember dan Ember bahkan dijelaskan dengan peta di chapter 18 mengenai pergerakan manusia tersebar kemana saja, penyebaran agriculture, peradaban awal di dunia, penemuan tulisan hingga perdagangan di abad ke 19 Masehi.&lt;br /&gt;Dan bukannya budaya, baru terasa bila kita bertemu dengan orang lain. The others. Kalau tidak bertemu dengan orang lain mana mungkin kita tahu si A itu budayanya seperti ini, si B budayanya seperti itu. Manusia itu kan butuh orang lain, kalau tidak, apa mau hidup sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa orangtua, kita tak bisa ada hadir di dunia, lalu untuk  lahir pun butuh bidan, dukun anak, dokter. Untuk tumbuh dewasa pun perlu bantuan. Untuk sekolah butuh guru, untuk bekerja butuh perusahaan, untuk makan pun kita butuh petani penanam sayur. Kita menikah, punya anak. Kita butuh banyak orang untuk hidup ternyata ya.&lt;br /&gt;Lalu kita meninggal pun butuh lebih dari satu orang untuk mengotong jenazah kita. Belum di suku bangsa tertentu, memakai upacara yang rumit untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Dan bahkan ada yang perlu melibatkan ratusan orang untuk membantu terlaksananya upacara seorang jenazah  manusia saja. Sudah meninggal pun masih ada ritual-ritual yang perlu dijalani. Life cycle manusia begitu panjang ya.  &lt;br /&gt;Budaya itu kompleks sekali ya. Sampai hal-hal seperti ini pun masuk kategori miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi definisi budaya mana yang cocok buat saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi budaya menurut Fisher dalam article Culture and Cultural Analysis As Experimental Systems, di hl.1  Bahwa : &lt;br /&gt;Culture is(1) that relational.. (cq. 1848), (2) complex whole..(1870s), (3) whose parts cannot be changed without affecting others parts (ca.1914),(4) mediated through powerful and power-laden symbolic forms (1930s), (5) whose multiclicities and performatively negotiated character (1960s), (6) is transformed by alternative positions, organizational forms, and leveraging of symbolic systems (1980s), (7) as well as by emergent new technosciences, media, and biotechnical relations (ca.2005).&lt;br /&gt;Disini juga Ia mengambarkan secara detail mengenai perkembangan dari tahun ke tahun di tiap definisi itu,  misalnya pada abad ke 19, mengenai budaya kelas pekerja di inggris, lalu definisi budaya menurut Sir E.B Tylor, masa Durkheim, masa Malinowski, masa Clifford dan Marcus dalam writing culture hingga masa kini. Dan  dari penjelasannya, saya tahu bahwa di masa lalu sebenarnya para ahli telah membahas beberapa masalah yang ternyata menjadi pembahasan di masa sekarang seperti multisited, isu tentang kekuasaan, habitus yang dituliskan oleh Weber dan kemudian diangkat oleh Bourdieu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mana yang cocok buat saya? Saya lebih tertarik pada kata-kata Fischer hl.43 di paragraph paling akhir. Bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Culture, then, is one of the names of the anthropological form of knowledge that grounds human beings self understanding ( from Kant’s Anthropology from pragmatic point of view (2006) on, but is empherically embodied, as in Kroeber’s 1948 Anthropology). It is a form of knowledge inflected by warn engagement with people and oriented by a jewelers eye for detail and precision. It is a form of knowledge characterized by the openness and joy that Bergson identified with science. It is a form of knowledge, ever evolving, urgently needed in today’s world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkuliahan saya mengetahui bahwa budaya sebagai central dari pengetahuan anthropologi diletakkan sebagai pemahaman terhadap diri manusia. Untuk saya, budaya membuat saya berpikir bahwa saya ada disini untuk apa. Bahwa saya jadi mengerti, mengapa nenek saya itu walau sudah tua masih mencari semur jengkol atau sementara nenek saya yang lain sangat suka mendengarkan degung sunda Sabilulungan atau membaca majalah Mangle - - Majalah berbahasa sunda, saya jadi mengerti mengapa lidah saya ini suka bermacam masakan, bahwa saya bisa berteman dengan siapa saja, saya bisa makan siang dengan teman-teman di Plaza Senayan namun saya juga bisa mampir ke toko mie selat kesukaan saya di pasar Jatinegara atau belanja di pasar becek tanpa malu dengan sandal favorit. Hidup Hibrida! Hidup Hibrida!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa saya belajar memahami apa yang sudah diberikan oleh Tuhan lewat apa yang diajarkan kedua orangtua saya. Budaya yang walau sedikit, saya pelajari dan dapat dari mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa walaupun saya tidak punya kampung halaman seperti sahabat-sahabat saya. Saya patut bersyukur, saya memang berbeda dengan mereka, saya punya hal-hal unik yang tidak mereka dapat. Saya menjadi cenderung fleksible dari mereka dan mencoba terus menghargai orang lain. Seperti saya mencoba terus menghargai Kakak-kakak saya dan Keluarga yang sering berbeda pendapat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang Kampung?..Ya..ya..saya bisa lebih tenang sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada atau tidak kampung halaman.Lewat perjalanan yang begitu panjang, budaya itu menempel di hati sanubari kita, sehingga esensinya bukan lagi tempat atau lokasi. Tapi bagaimana kita Menghargai, Memahami dan Menghormati diri kita sendiri dan orang di sekitar kita. Ya kalau begitu..Indonesialah kampung saya. Jadi bila ada yang bertanya. “ Kampungnya di mana? ”. Jawab saja: Indonesia titik ( Selamat kan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Ember, Carol R., Melvin Ember, Peter N. Peregrine, Anthropology, Pearson Prentice Hall, 2007.&lt;br /&gt;Mulyana, Dedy DR., Jalalludin Rahmat, Komunikasi Antar Budaya: Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya, PT.Remaja Rosdakarya, 1998.&lt;br /&gt;Kurnianingsih, Ambarwati, Simulacra Bali: Ambiguitas Tradisionalisasi Orang Bali,Insist Press, 2008.&lt;br /&gt;Friedman, H., Miriam Stuchcath, Kepribadian: Teori Klasik dan Riset Modern, Erlangga, 2007.&lt;br /&gt;Geertz, Clifford, The Interpretation Of Cultures, Basic Books Inc., 1973.&lt;br /&gt;Lansing, J. Stephen, The Balinesse, Standford University, 1995.&lt;br /&gt;Dananjaya, James, Folklor Indonesia, Grafiti.&lt;br /&gt;Artikel&lt;br /&gt;Lughod, Lila Abu, Writing Against Culture.&lt;br /&gt;Tomasello, Micheal, The Human Adaptation Culture.&lt;br /&gt;Olwig, Karen Fog, Cultural Sites: Sustaining a home in a deterritorialized world.&lt;br /&gt;Fischer, Micheal, Culture and Cultural Analysis As Experimental Systems.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-3103895349850407977?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/3103895349850407977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=3103895349850407977' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/3103895349850407977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/3103895349850407977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/05/pulang-kampung.html' title='Pulang Kampung'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-3306451539620192081</id><published>2009-05-14T05:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T05:05:38.315-07:00</updated><title type='text'>Melukis Pelangi Kehidupan Dengan Ethnography</title><content type='html'>silahkan di kritisi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melukis Pelangi Kehidupan Dengan Ethnography&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 3 kali saya membolak balik kertas berisi soal tugas final Metode Penelitian Antropologi. Masih saya kebingungan untuk mencari maksud dari pernyataan George E. Marcus (2007) mengistilahkan ethnografi sebagai 'messy texts'  yang merupakan  'self-conscious experiments in bringing out the experiential, interpretive, dialogical, and polyphonic process at work ...' (hal. 1128), yang mengungkapkan ...'the realm of ordinary life, which portrays the experience of particular subjectivities and their identities within scales of organization and historic events.' (hal. 1130). Saya akui saya bukan orang yang mudah mencerna pelajaran, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mendiamkan diatas printer saya selembar kertas itu sampai keesokan harinya.&lt;br /&gt;Seorang teman bertanya via sms di pagi harinya, apakah saya mengerti apa yang dimaksudkan dalam penyataan Marcus dalam tugas final itu? Saya?..saya sama sekali belum menuliskan sepatah katapun pada layar kertas Microsoft Word saya. Kosong. Masih putih bersih. Saya buntu. Siangnya saya coba baca lagi, tetap belum juga mendapatkan esensinya. Sampai setelah menjelang pukul 22:00 saya baru mencoba mengira-ngira apa yang sebenarnya Marcus ingin sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kemudian muncul di benak saya, dari membaca pernyataan Marcus adalah dinding bergambar di rumah lama, yang digambari oleh pelukis-pelukis kecil dari sekeliling kami. Keponakan perempuan saya yang suka mengambar, seorang sepupu laki-laki kecil dan tetangga kecil perempuan yang sering bertandang ke rumah. Kebetulan judul artikel Marcus menyebutkan kata Baroque, zaman di abad ketujuh belas, dimana semula digambarkan dengan sebuah mutiara dengan bentuk tak beraturan. Ketidakberaturan adalah ciri khas seni Barok yang jauh lebih kaya dalam bentuk-bentuk yang sangat konstratif daripada seni Renaisans yang lebih sederhana dan harmonic( Jostein Gardnerr, 2002 hl.248). Jadilah saya semakin yakin bahwa sepertinya ada kaitan dengan seni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namanya Balqis. Sebelumnya dinding itu kosong. Bersih. Bercat warna oranye. Namun sebuah kejadian terjadi, ia menangis ingin menumpang menonton Disney Channel di rumah saudara sepupu saya yang tinggal tak jauh dari rumah lama kami padahal sudah malam dan besok harus sekolah TK. Ia menangis terus, ibunya sudah kewalahan membujuk dan adiknya sudah terlelap. Saya kebingungan. Hari sudah makin malam. Akhirnya saya usulkan untuk mengambari di dinding bujursangkar 3x3 itu. Saya tak punya permen atau makanan kecil untuk menyogoknya di malam itu, saya sudah amat mengantuk. Sebuah krayon nganggur berada tak jauh dari saya. Saya kemudian mengunakannya untuk mengambar wajahnya di dinding itu. Tangisnya henti. Ia tertarik. Ikut mengambil krayon. Lalu lahirlah gambar-gambar lukisan krayon di dinding  berjudul  Kucing Rabu (tentang kucing yang mengigitnya di hari rabu siang), Ikan Sapu Robot (tentang ikan yang mempunyai badan mirip sapu pembersih yang dapat membersihkan kota katanya), pria berkumis favoritnya, gambar rollercoaster buatannya yang menukik tajam-tajam dan mengenai rumah khayalannya yang bertingkat dengan mobil ukuran besar sejenis truk yang bisa mengangkut siapapun. Di kemudian hari, dinding itu tak hanya penuh dengan gambarnya,tapi gambar sepupu kecil kami yang ikut-ikutan serta tetangga perempuan kecil yang tak tahan mencorat-coret. Benar kacau dinding itu oleh 3 setan kecil di sekitar kami..Ya  tentu dalam arti yang sesungguhnya. Tambahannya adalah stiker-stiker yang ditempel seenaknya di sana sini oleh para setan kecil. &lt;br /&gt;Namun bagi saya, walaupun nampak kacau dan sangat tak sedap dipandang oleh mata orang dewasa, saya sadar ini adalah semacam terapi bagi anak-anak dan arena berekspresi untuk mereka. Bahkan keponakan saya akan dengan senang hati mempresentasikan karya terbarunya sambil mendongengkan saya kisah-kisah hasil karyanya itu. Tak heran dinding monumental itu menjadi semacam pencuri perhatian entah bagi tamu maupun kerabat keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. mungkin saya salah ya membiarkan keponakan saya membuat rumah jadi berantakan. Namun saya malah berpikir.  Tapi apakah gambar tak beraturan dari anak-anak, di dinding yang tak lagi jelas berwarna oranyenya itu, seperti yang dimaksud dengan messy text milik Marcus? Dimana dalam sebuah ethnography terdapat didalamnya merupakan sebuah eksperimen penyadaran diri terhadap semua unsur pengalaman, dialog dan bunyi nyaring bermelodi serentak bersamaan dalam proses kerja. &lt;br /&gt;Saya melihat bahwa dalam sebuah lukisan atau gambar adalah ungkapan ekspresi yang dibuat untuk diperlihatkan kepada orang lain, baik itu sesuai dengan kenyataan atau ada campuran dengan khayalan di pelukis. Mungkin ada perbedaan ya antara penulisan ethnography yang dilakukan ethnographer dengan lukisan dari seorang pelukis namun saya rasa keduanya berusaha mengungkap sesuatu. Entah itu mengungkapkan kenyataan hidup yang sesungguhnya dengan mengambarkan pengalaman bagian subjektivitas dan identitas mereka dengan scala dari organisasi dan event bersejarah atau bagi pelukis ia berusaha mengungkapkan emosinya yang ia tuangkan dalam apa yang ia gambar atau ia lukis pada medianya, baik itu cat minyak pada kanvas atau media cat air pada kertas. Dan saya rasa ada semacam komunikasi yang ingin disampaikan oleh kedua profesi tersebut kepada khalayaknya masing-masing. Komunikasi antara ethnographer dengan orang yang diteliti dan pembaca atau komunikasi antara pelukis dengan pecinta lukisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa semua yang dituangkan dan  diungkapkan itu merupakan keseluruhan apa yang terjadi di dalam? Bagaimana dengan adanya pengeditan yang terjadi dalam sebuah penulisan khususnya pada ethnography? Apakah itu mengubah pada penjelasan apa yang ingin disampaikan? Apakah ini akan mengaburkan kebenaran dari fakta yang ada di masyarkat? Akankan ethnography kembali lagi digunakan sebagai alat oleh penguasa seperti jaman colonial dulu demi penyajian yang baik? Sebenarnya sejauh apa seorang ethnographer berperan dalam penulisan dan pengeditan ethnography? Seperti apakah teks yang disajikan? Apa yang dicari sebenarnya oleh para ethnografer?&lt;br /&gt;Wow! Harus menjawab yang mana dulu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, saya mulai dari peran ethnographer. Apa yang ia kerjakan selama menuliskan Ethnography? Dalam buku Writing Ethnographic Fieldnotes, Robert M.Emerson hal.1, ia mengambarkan seorang ethnographer sebagai seseorang yang dapat memasuki sebuah setting social dan dapat mengenal orang lain yang terlibat didalamnya,biasanya setting bukanlah yang saat ini diketahui dengan jalan intim. Ethnographer berpartisipasi dalam rutinitas keseharian dar settingnya, membangun hubungan yang terlibat bersama orang didalamnya dan mengobservasi semua ketika semua itu terjadi. Masih menurut Emerson, bahwa pengunaan makna ‘partisipasi observasi’ adalah sering digunakan dahulu untuk mengkarateristikkan pendekatan basic riset ini. Ethnographer menuliskan pada bentuk yang regular, melalui jalan sistematik apa yang telah ia observasi dan pelajari ketika ia berpartisipasi dalam keseharian kehidupan orang lain. Mereka adalah peneliti yang membuat sebuah akumulasi catatan penulisan dari apa yang diobservasi dan pengalaman yang didapatkannya. 2 kegiatan interkoneksi ini digunakan untuk core penelitian ethnographic: partisipasi tangan pertama di beberapa dunia social yang tidak familiar yang ditandai dan yang memproduksi dari akun penulisan tersebut dengan mengambarkan apa yang ada selama partisipasinya. &lt;br /&gt;Dan Anthropolog pun juga seorang ethnographer, selain melaksanakan  penelitian secara kualitatif ia juga membuat analisa dan penulisan berupa ethnography. Dijelaskan dalam buku Anthropology, Carol Ember dan Melvin Ember, hl. 254, setelah seorang antropolog melaksanakan fieldwork, ia akan mempersiapkan sebuah ethnography dan analisa dari sebuah single society. Selama melaksanakan Fieldworknya, seorang anthropolog, membuat deskripsi apa yang ia rekam, digambarkan, dianalisa dan bahkan memformulasikan  sebuah foto/ gambar dari suatu budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum turun ke lapangan biasanya seorang anthropolog tidak datang dengan isi kepala yang kosong, sudah ada teori yang mempengaruhi dan ia telah mengetahui sedikit tentang apa yang akan diteliti namun selama penelitian berlangsung, peneliti akan menemukan banyak hal, yang akhirnya dapat menkonstruksi sebuah teori.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana membuat sebuah ethnography?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira seperti ini. Telah saya katakan di depan bahwa peneliti datang dipengaruhi oleh teori yang digunakannya namun itu lebih untuk verifikasi di lapangan. Jadi sebelum turun ke lapangan biasanya sudah ada persiapan dari seorang ethnographer terhadap mereka atau apa yang akan ditelitinya. Selama penulisan berlangsung, peneliti berpartisipasi di dalam masyarakat, mengobservasi, membuat catatan cepatnya(jotting)dan membuat reflexy terhadap apa yang dilihatnya. Disarankan bagi peneliti, setelah pengamatan beberapa jam untuk kemudian langsung menuangkannya kedalam media catatan misalnya di simpan di komputernya(Emerson , hl.40).&lt;br /&gt;Dalam penulisannya dan penyampaiannya pun diharapkan agar detail, dari mulai strategi deskripsi dasar dari settingnya, presentasi dari dialog yang terjadi diantara orang-orang dan karakterisasi individu utama yang muncul sebagai akun. Dalam buku Emerson juga dijelaskan, bagaimana mengorganisasikan tulisan, sket dalam penulisan seperti apa yang ada dalam foto, episode  dalam sebuah paragraph, dongeng dari fieldnotes, pembuatan komentar dan memo sebagai sebuah proses di dalam analisa.&lt;br /&gt;Pada summary point bab 1 hal.17, How to read Ethnography, Paloma Gay Blasco dan Huon Wardle mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;1. Writing ethnography is an act of translation and hence of comparison, and ethnographers  mediate or translate across multiple contexts or arenas.&lt;br /&gt;2. All writers of ethnography use themselves and their knowledge of their own society as a starting  point for understanding and representing others.&lt;br /&gt;3. Some ethnographers make experiential comparisons,others rely on abstract representations or model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa berhenti disitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethnography mempunyai ciri utamanya yaitu bagaimana memaknai kehidupan social mereka yang diteliti. Bukanlah hal yang mudah untuk mengetahuinya, terkadang ethnographer agar mudah diterima oleh masyarakat, mempelajari apa-apa yang ada di masyarakat, misalnya bahasa, interaksi keseharian. Ada juga  patokan yang sebaiknya diingat oleh para ethnograph agar tidak terjadi kesalahan dalam memaknai apa yang terjadi diantara anggota masyarakat, misal kesalahan sering terjadi pada peneliti yang membawa 1 makna standard budaya yang digunakannya malah untuk mengambarkan even konteks yang berbeda, pengunaan kategori yang berlainan di lapangan, terlalu berlebihan dan cenderung menjadi hypokritik dan contradicsi, dan sebagainya.  Sementara ethnographer  mecari makna dari mereka yang ditelitinya, mengunakan fieldnote untuk pencariannya, dalam Emerson hl. 139 diungkapkan:&lt;br /&gt;…Ethnographers begin to looking at how members describe and categoriuze people and events; they try to discern their terms, phrasings, classifications, and theories. But indigenous categories provide only a starting point; the ethnographers’s task is not simply to identify member-recognized terms and categories but also to specify the conditions under which people actually invoke and apply such terms in interaction with others….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Member Meanings bagi masyarakat dengan pribadi yang berbeda menghasilkan suara yang berbeda-beda juga. Jadi Ethnographer tidak bisa menyamaratakan semua suara dari masyarakat. Contoh saja sebuah tong keramik, bisa berarti digunakan untuk tempat menaruh nasi atau air dan diperlakukan biasa saja di satu tempat tapi di tempat lain ia adalah sebuah bentuk perwujudan dari peninggalan nenek moyang yang mungkin harus disembah. Jadi Tong bisa bermakna beda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penulisannya, masing-masing ethnographer mempunyai ciri sendiri-sendiri misalnya Malinowski, Geertz, Mead akan berbeda dengan Marcus, Sam Pack, Sanjek, Lughod, mungkin juga dengan saya nantinya. Yang walau pada intinya menulis ethnography itu adalah semacam penghubung antar manusia. Relational.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pengeditan ethnography? Apakah mempengaruhi hal-hal lain?&lt;br /&gt;Ohya pengeditan. Selama yang saya tangkap dari perkulian Metode Penelitian Antropologi, bahwa memang ada, apalagi apabila ethnography yang ditulis digunakan untuk dipublikasikan ke forum kelas dunia. Ethnographer mempunyai kewenangan sebagai penulis. Tak mungkin semua kata-kata digunakan, kadang kala kata-kata yang ada dalam masyarakat belum tentu dimengerti oleh pembaca ethnography kita. Namun ada pula kata-kata yang memang tak bisa dibuang begitu saja karena terkandung makna yang diperlukan untuk dimengerti. Etnographer juga harus  mempehatikan ..length, relevance, readability, comprehensibility and anonymity of informants( Emerson hl. 187 ). Sejauh yang saya tahu, ethnographer pada umumnya memberikan kejujuran yang terjadi di lapangan, ada kode ethic dalam penelitian anthropologi bagi para penelitinya. Dan kejujuran, saya rasa memang penting bagi keberlangsungan proses menulis ini, karena kebohongan akan membawa dampak buruk pada kita sendiri. &lt;br /&gt;Walaupun tidak dipungkiri bahwa kegunaan ethnography pada masa lalu yang digunakan untuk kepentingan penguasa colonial juga memiliki kemiripan dengan masa sekarang, dimana penyandang dana yang memberikan dana lebih akan membuka peluang bagi kekayaan pada isi ethnography sebagai hasil penelitian juga. Misalnya dengan penyandang dana memberi peluang ethnographer berada dalam jangka waktu yang sangat lama dengan fasilitas yang memadai seperti computer, rumah dan sebagainya, memungkinkan ethnographer bisa mengali lebih banyak dari apa yang ingin ditelitinya.&lt;br /&gt;Jadi apa beda ethnography pada masa lalu dan masa kini selain soal siapa yang berkuasa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat hasil ethnography yang ditulis oleh B. Malinowski yang menceritakan tentang masyarakat pulau Trobriand dengan para anthropolog yang menulis ethnography belakangan. Di era Malinowski, antropolog ethnographer dianggap sebagai lone ranger yang berjuang sendiri di lapangan di pedalaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh globalisasi membuat lapangan untuk penelitian Anthropologi tak lagi hanya masuk ke hutan-hutan suku pedalaman namun juga gedung parlemen, kota, sekolah, kaum urban, masyarakat migran dan sebagainya. Seperti yang dilakukan Holmes dan Marcus dalam artikel Refunctioning Ethnography, Holmes dan Marcus  hl. 1104-1109 mengenai Le Pen, sebagai para ethnographer yang bekerja di parlemen Eropa, consultative  badan dari European Union (EU) dan ia adalah seorang pemimpin front Nasional.&lt;br /&gt;Apa pula Paraethnographer itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasan Holmes dan Marcus  hl. 1104, Para ethnographers adalah&lt;br /&gt;…an expert subject like the genetic engineer who is perplexed by the significance of his or her own cognitive practices and who, in the shadow of his or her formal knowledge work, creates intricate cultural narratives that might never be fully voiced but nonetheless mimic the form and the content of an ethnographic engagement with the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semacam ethnographer yang sudah ada dalam masyarakat. Dan sebagai peneliti kita hanya merekam prosesnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya ethnography dengan mengambar pelangi kehidupan?&lt;br /&gt;Saya melihat bahwa melalui ethnography, kita dapat melihat sebenarnya manusia itu mempunyai keindahan tersendiri dalam kehidupannya dengan segala kekontrasan warna, baik warna kulit, gender,  pola berpikir hingga budaya yang berbeda-beda. Di dalam ethnography juga kita bisa menemukan gradasi warna yang bercampur antara satu  hal dengan hal lain yang baik itu sangat terlihat jelas maupun samar-samar. Bahwa melalui ethnography, kita jadi mengenal mereka yang tinggal jauh dari kita, mengenal fakta dan kenyataan yang terjadi di masyarakat sekitar, kebahagian dan kegetiran hidup saudara-saudara kita. Kita jadi tahu sejarah orang lain atau mungkin sejarah kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethnography sebenarnya mempunyai peluang bagi kita untuk membuka cakrawala yang lebih luas dari sebelumnya. Seperti melihat ke sebuah cermin dihadapan kita. Sebuah reflexy bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, semustinya hadirnya ethnography dapat membuka mata mereka yang saling memusuhi saudaranya sendiri ya. Tapi inilah dunia. Dengan warna yang berbeda-beda antara Africa dengan Eropa, antara Indian dengan Korea, antara orang kota dengan petani di desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ethnographer, bak seorang pelukis yang sedang melukis, mencoba mengungkapkan sesuatu, berkomunikasi kepada pecinta lukisannya, melalui warna-warna yang berbeda dari pastel hingga warna primer, detail –detail, symbol, lambang, tambahan materi lukis seperti batu, pecahan kaca, bulu ayam, dan yang ditorehkannya lewat kuas yang disapukan halus tegas, lurus bergelombang, lembut kasar. Seperti lukisan di jaman Barok, yang megah namun tetap membubuhkan tanda tengkorak kecil di sudutnya, seperti jaman barok yang tak beraturan. Ada si kaya yang megah dan ada si agamis yang tak perlu materi. Ada yang berkata hidup adalah panggung sandiwara, hidup adalah mimpi ada juga yang tak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seperti melukis pelangi kehidupan yang berwarna-warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marcus, George E., Ethnography Two Decades After Writing Culture: From the Experimental to the Baroque.&lt;br /&gt;Emerson, Robert M,  Rachel I. Fretz, Linda L. Shaw, Writing Ethnographic Fieldnotes,  The university of Chicago Press, 1995.&lt;br /&gt;Blasco, Paloma Gay, Huon Wardle,  How to Read Ethnography, Routledge, 2007.&lt;br /&gt;Ember, Carol R., Melvin Ember, Peter N. Peregrine, Anthropology, Pearson Prentice Hall, 2007.&lt;br /&gt;Holmes, Douglas R., George E. Marcus, Refunctioning Ethnography: The Challenge of an Anthropology of the Contemporary.&lt;br /&gt;Mulyana, Dedy DR., Jalalludin Rahmat, Komunikasi Antar Budaya: Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya, PT.Remaja Rosdakarya, 1998.&lt;br /&gt;Gaardner, Joostein, Dunia Sophie, Mizan, 1996.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-3306451539620192081?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/3306451539620192081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=3306451539620192081' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/3306451539620192081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/3306451539620192081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/05/melukis-pelangi-kehidupan-dengan.html' title='Melukis Pelangi Kehidupan Dengan Ethnography'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-6961392030476403367</id><published>2009-03-07T03:07:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T03:11:25.517-08:00</updated><title type='text'>shinny happy people - - rem</title><content type='html'>Shiny happy people laughing&lt;br /&gt;Meet me in the crowd&lt;br /&gt;People people&lt;br /&gt;Throw your love around&lt;br /&gt;Love me love me&lt;br /&gt;Take it into town&lt;br /&gt;Happy happy&lt;br /&gt;Put it in the ground&lt;br /&gt;Where the flowers grow&lt;br /&gt;Gold and silver shine&lt;br /&gt;Shiny happy people holding hands&lt;br /&gt;Shiny happy people laughing&lt;br /&gt;Shiny happy people holding hands&lt;br /&gt;Everyone around&lt;br /&gt;love them love them&lt;br /&gt;Put it in your hands&lt;br /&gt;Take it take it&lt;br /&gt;There's no time to cry&lt;br /&gt;Happy happy&lt;br /&gt;Put it in your heart&lt;br /&gt;Where tomorrow shines&lt;br /&gt;Gold and silver shine&lt;br /&gt;Shiny happy people holding hands&lt;br /&gt;Shiny happy people laughing&lt;br /&gt;Shiny happy people holding hands&lt;br /&gt;Shiny happy people laughing&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-6961392030476403367?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/6961392030476403367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=6961392030476403367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/6961392030476403367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/6961392030476403367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/03/shinny-happy-people-rem.html' title='shinny happy people - - rem'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-4016208257479810832</id><published>2009-03-03T21:19:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T21:29:34.942-08:00</updated><title type='text'>mijn kliene prins</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_G_8pT8W--Yc/Sa4RYH_I6QI/AAAAAAAAAiw/m5Z-iBSGYbs/s1600-h/prince_-birds.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_G_8pT8W--Yc/Sa4RYH_I6QI/AAAAAAAAAiw/m5Z-iBSGYbs/s320/prince_-birds.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309200116874799362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-4016208257479810832?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/4016208257479810832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=4016208257479810832' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/4016208257479810832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/4016208257479810832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/03/mijn-kliene-prins.html' title='mijn kliene prins'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_G_8pT8W--Yc/Sa4RYH_I6QI/AAAAAAAAAiw/m5Z-iBSGYbs/s72-c/prince_-birds.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-468066961407633926</id><published>2009-03-03T21:17:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T21:19:26.426-08:00</updated><title type='text'>caer</title><content type='html'>Me caí de la altura del pico del cielo.&lt;br /&gt;cayó a una base que no sabía donde básicamente.&lt;br /&gt;Dejo mi cuerpo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-468066961407633926?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/468066961407633926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=468066961407633926' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/468066961407633926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/468066961407633926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/03/caer.html' title='caer'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-3067541106085146558</id><published>2009-03-03T21:16:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T21:17:49.914-08:00</updated><title type='text'>ver</title><content type='html'>ver. I flotar en el aire.&lt;br /&gt;vuela alto. divertidas como ésta.&lt;br /&gt;hace estalló en el aire. faltan las formas.&lt;br /&gt;como el polvo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;se trata de mí.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-3067541106085146558?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/3067541106085146558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=3067541106085146558' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/3067541106085146558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/3067541106085146558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/03/ver.html' title='ver'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-7077893690097228024</id><published>2009-02-23T03:16:00.001-08:00</published><updated>2009-02-23T03:16:59.794-08:00</updated><title type='text'>lovesong - - the cure</title><content type='html'>whenever i'm alone with you&lt;br /&gt;you make me feel like i am home again&lt;br /&gt;whenever i'm alone with you&lt;br /&gt;you make me feel like i am whole again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;whenever i'm alone with you&lt;br /&gt;you make me feel like i am young again&lt;br /&gt;whenever i'm alone with you&lt;br /&gt;you make me feel like i am fun again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;however far away&lt;br /&gt;i will always love you&lt;br /&gt;however long i stay&lt;br /&gt;i will always love you&lt;br /&gt;whatever words i say&lt;br /&gt;i will always love you&lt;br /&gt;i will always love you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;whenever i'm alone with you&lt;br /&gt;you make me feel like i am free again&lt;br /&gt;whenever i'm alone with you&lt;br /&gt;you make me feel like i am clean again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;however far away&lt;br /&gt;i will always love you&lt;br /&gt;however long i stay&lt;br /&gt;i will always love you&lt;br /&gt;whatever words i say&lt;br /&gt;i will always love you&lt;br /&gt;i will always love you&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-7077893690097228024?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/7077893690097228024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=7077893690097228024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/7077893690097228024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/7077893690097228024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/lovesong-cure.html' title='lovesong - - the cure'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-6901266714506958412</id><published>2009-02-23T03:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T03:13:14.131-08:00</updated><title type='text'>letter to elise - - the cure</title><content type='html'>Oh Elise it doesn't matter what you say&lt;br /&gt;I just can't stay here every yesterday&lt;br /&gt;Like keep on acting out the same&lt;br /&gt;The way we act out&lt;br /&gt;Every way to smile&lt;br /&gt;Forget&lt;br /&gt;And make-believe we never needed&lt;br /&gt;Any more than this&lt;br /&gt;Any more than this&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Elise it doesn't matter what you do&lt;br /&gt;I know I'll never really get inside of you&lt;br /&gt;To make your eyes catch fire&lt;br /&gt;The way they should&lt;br /&gt;The way the blue could pull me in&lt;br /&gt;If they only would&lt;br /&gt;If they only would&lt;br /&gt;At least I'd lose this sense of sensing something else&lt;br /&gt;That hides away&lt;br /&gt;From me and you&lt;br /&gt;There're worlds to part&lt;br /&gt;With aching looks and breaking hearts&lt;br /&gt;And all the prayers your hands can make&lt;br /&gt;Oh I just take as much as you can throw&lt;br /&gt;And then throw it all away&lt;br /&gt;Oh I throw it all away&lt;br /&gt;Like throwing faces at the sky&lt;br /&gt;Like throwing arms round&lt;br /&gt;Yesterday&lt;br /&gt;I stood and stared&lt;br /&gt;Wide-eyed in front of you&lt;br /&gt;And the face I saw looked back&lt;br /&gt;The way I wanted to&lt;br /&gt;But I just can't hold my tears away&lt;br /&gt;The way you do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elise believe I never wanted this&lt;br /&gt;I thought this time I'd keep all of my promises&lt;br /&gt;I thought you were the girl I always dreamed about&lt;br /&gt;But I let the dream go&lt;br /&gt;And the promises broke&lt;br /&gt;And the make-believe ran out...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So Elise&lt;br /&gt;It doesn't matter what you say&lt;br /&gt;I just can't stay here every yesterday&lt;br /&gt;Like keep on acting out the same&lt;br /&gt;The way we act out&lt;br /&gt;Every way to smile&lt;br /&gt;Forget&lt;br /&gt;And make-believe we never needed&lt;br /&gt;Any more than this&lt;br /&gt;Any more than this&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And every time I try to pick it up&lt;br /&gt;Like falling sand&lt;br /&gt;As fast as I pick it up&lt;br /&gt;It runs away through my clutching hands&lt;br /&gt;But there's nothing else I can really do&lt;br /&gt;There's nothing else I can really do&lt;br /&gt;There's nothing else&lt;br /&gt;I can really do&lt;br /&gt;At all...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-6901266714506958412?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/6901266714506958412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=6901266714506958412' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/6901266714506958412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/6901266714506958412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/letter-to-elise-cure.html' title='letter to elise - - the cure'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-8310189839776221599</id><published>2009-02-23T03:09:00.001-08:00</published><updated>2009-02-23T03:09:58.323-08:00</updated><title type='text'>picture of you - - the cure</title><content type='html'>I've been looking so long at these pictures of you&lt;br /&gt;That I almost believe that they're real&lt;br /&gt;I've been living so long with my pictures of you&lt;br /&gt;That I almost believe that the pictures are&lt;br /&gt;All I can feel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remembering&lt;br /&gt;You standing quiet in the rain&lt;br /&gt;As I ran to your heart to be near&lt;br /&gt;And we kissed as the sky fell in&lt;br /&gt;Holding you close&lt;br /&gt;How I always held close in your fear&lt;br /&gt;Remembering&lt;br /&gt;You running soft through the night&lt;br /&gt;You were bigger and brighter and wider than snow&lt;br /&gt;And screamed at the make-believe&lt;br /&gt;Screamed at the sky&lt;br /&gt;And you finally found all your courage&lt;br /&gt;To let it all go&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remembering&lt;br /&gt;You fallen into my arms&lt;br /&gt;Crying for the death of your heart&lt;br /&gt;You were stone white&lt;br /&gt;So delicate&lt;br /&gt;Lost in the cold&lt;br /&gt;You were always so lost in the dark&lt;br /&gt;Remembering&lt;br /&gt;You how you used to be&lt;br /&gt;Slow drowned&lt;br /&gt;You were angels&lt;br /&gt;So much more than everything&lt;br /&gt;Hold for the last time then slip away quietly&lt;br /&gt;Open my eyes&lt;br /&gt;But I never see anything&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If only I'd thought of the right words&lt;br /&gt;I could have held on to your heart&lt;br /&gt;If only I'd thought of the right words&lt;br /&gt;I wouldn't be breaking apart&lt;br /&gt;All my pictures of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Looking so long at these pictures of you&lt;br /&gt;But I never hold on to your heart&lt;br /&gt;Looking so long for the words to be true&lt;br /&gt;But always just breaking apart&lt;br /&gt;My pictures of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There was nothing in the world&lt;br /&gt;That I ever wanted more&lt;br /&gt;Than to feel you deep in my heart&lt;br /&gt;There was nothing in the world&lt;br /&gt;That I ever wanted more&lt;br /&gt;Than to never feel the breaking apart&lt;br /&gt;All my pictures of you&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-8310189839776221599?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/8310189839776221599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=8310189839776221599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8310189839776221599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8310189839776221599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/picture-of-you-cure.html' title='picture of you - - the cure'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-1149214711125530288</id><published>2009-02-23T03:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T03:09:20.546-08:00</updated><title type='text'>Di puncak gunung</title><content type='html'>Di atas gunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sebuah tulisan terinspirasi dari gambar azumi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya datang dan sekarang saya disini&lt;br /&gt;di puncak gunung.&lt;br /&gt;Tak tahu siapa yang akan saya taklukan.&lt;br /&gt;Pedang samurai panjang di sebelah kanan,&lt;br /&gt;dan pedang pendek di sebelah kiri.&lt;br /&gt;Tapi siapa yang akan saya taklukan, &lt;br /&gt;ketika saya telah saya kalahkan &lt;br /&gt;satu demi satu untuk menuju jalan.&lt;br /&gt;Jalan yang tak pernah saya tahu&lt;br /&gt;akan kemana berakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya...di puncak gunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-1149214711125530288?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/1149214711125530288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=1149214711125530288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/1149214711125530288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/1149214711125530288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/di-puncak-gunung.html' title='Di puncak gunung'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-256822661627217893</id><published>2009-02-22T10:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T10:34:51.457-08:00</updated><title type='text'>always there for me won't you pooh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_G_8pT8W--Yc/SaGaicwZxpI/AAAAAAAAAio/pvAB3Cr9d1A/s1600-h/azumi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_G_8pT8W--Yc/SaGaicwZxpI/AAAAAAAAAio/pvAB3Cr9d1A/s320/azumi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305691752644593298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-256822661627217893?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/256822661627217893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=256822661627217893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/256822661627217893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/256822661627217893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/always-there-for-me-wont-you-pooh.html' title='always there for me won&apos;t you pooh'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_G_8pT8W--Yc/SaGaicwZxpI/AAAAAAAAAio/pvAB3Cr9d1A/s72-c/azumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-8225912449502925074</id><published>2009-02-22T10:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T10:31:00.041-08:00</updated><title type='text'>kata johan</title><content type='html'>kata johan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;its time to change&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku jawab.. kayak partai aja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-8225912449502925074?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/8225912449502925074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=8225912449502925074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8225912449502925074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8225912449502925074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/kata-johan.html' title='kata johan'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-8797439749893416027</id><published>2009-02-21T05:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T05:48:31.649-08:00</updated><title type='text'>ini gak lucu</title><content type='html'>ini gak lucu Tuhan. &lt;br /&gt;dan ini benar-benar joke yang paling gak lucu &lt;br /&gt;yang pernah ada di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari yang aneh setelah makan siang di pp plasa, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-8797439749893416027?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/8797439749893416027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=8797439749893416027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8797439749893416027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8797439749893416027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/ini-gak-lucu.html' title='ini gak lucu'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-8498832700252050262</id><published>2009-02-17T05:20:00.001-08:00</published><updated>2009-02-17T05:23:00.565-08:00</updated><title type='text'>Melebihi waktu</title><content type='html'>aku berlari&lt;br /&gt;melebihi waktu&lt;br /&gt;dan mereka tampak sorak sorai&lt;br /&gt;tapi bukanlah juara menjadi mahkota buatku...&lt;br /&gt;tak ada senang buatku.&lt;br /&gt;bukan itu buatku.&lt;br /&gt;aku hanya berlari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-8498832700252050262?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/8498832700252050262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=8498832700252050262' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8498832700252050262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/8498832700252050262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/melebihi-waktu.html' title='Melebihi waktu'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-7533179956318013787</id><published>2009-02-17T05:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T05:18:51.700-08:00</updated><title type='text'>tidur dalam mimpi ( taman kecil )</title><content type='html'>aku tidur dalam mimpiku&lt;br /&gt;tak bangun, tak bergerak, tak pula menghembuskan nafas.&lt;br /&gt;orang-orang disana berkata &lt;br /&gt;aku telah mati.&lt;br /&gt;tapi lihatkah dirimu?&lt;br /&gt;lihatkah?&lt;br /&gt;aku menemukan apa yang dikatakan dalam buku cerita anak-anak&lt;br /&gt;tentang labu, tomat dan pir yang berjalan bersama&lt;br /&gt;di ladang. mereka menemukan sebuah taman kecil.&lt;br /&gt;taman kecil tempat bermain.&lt;br /&gt;yang hanya mereka bertiga yang punya kuncinya.&lt;br /&gt;dan kuncinya itu...&lt;br /&gt;ada di hati kita.&lt;br /&gt;dan aku... ada disana kini.&lt;br /&gt;menemukan taman kecilku.&lt;br /&gt;orang-orang disana mengira&lt;br /&gt;aku telah mati.&lt;br /&gt;padahal..aku sedang bermain kini.&lt;br /&gt;betapa menyenangkannya dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tertidur dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jakarta' 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-7533179956318013787?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/7533179956318013787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=7533179956318013787' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/7533179956318013787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/7533179956318013787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/tidur-dalam-mimpi-taman-kecil.html' title='tidur dalam mimpi ( taman kecil )'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-7261070668032856240</id><published>2009-02-09T06:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T06:13:19.098-08:00</updated><title type='text'>mungkin</title><content type='html'>Tuhan...&lt;br /&gt;mungkin aku terlalu berlebihan&lt;br /&gt;mungkin juga aku telah melukai...&lt;br /&gt;tapi ...&lt;br /&gt;apa salah.. berkata jujur?&lt;br /&gt;apa salah.. untuk kemudian berteriak.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;tapi bahkan orang sedarah dan sedaging denganmu pun&lt;br /&gt;menolak untuk menentukan mana yang salah dan yang benar?&lt;br /&gt;dan mulai saat ini&lt;br /&gt;aku akan diam.&lt;br /&gt;aku akan diam saja.&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;mungkin membiarkan hujan turun menjadi banjir&lt;br /&gt;mungkin membiarkaan batu luruh menjadi longsor.&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;karena...&lt;br /&gt;mereka hanya peduli pada dirinya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaya... kebenaran di dunia kan memihak ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarlah suatu hari ada jawab.. yang bukan karena aku.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga ada pintu yang terbuka.. bagi kia semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-7261070668032856240?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/7261070668032856240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=7261070668032856240' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/7261070668032856240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/7261070668032856240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/mungkin.html' title='mungkin'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1888895854195323135.post-324941544068957782</id><published>2009-02-04T01:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T01:12:13.676-08:00</updated><title type='text'>Call for Papers Call for Papers Call for Papers</title><content type='html'>Call for Papers &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second Announcement for the First International Graduate Student Conference on Indonesia 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-60 Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, akan diselenggarakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The First International Graduate Student Conference on Indonesia” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema konferensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Re-)Considering Contemporary Indonesia: Striving for Democracy, Sustainability, and Prosperity, A Multidisciplinary Perspective” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengundang segenap mahasiswa pascasarjana (S2-S3) dari berbagai latar belakang disiplin ilmu untuk mengirimkan abstrak dan makalah berdasarkan hasil-hasil penelitian mutakhir tentang isu-isu kontemporer Indonesia. Tema-tema abstrak dan makalah dapat mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia terkait dengan tema konferensi, antara lain dalam aspek:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      sejarah, filsafat, hukum, sosial, kebudayaan, bahasa, kesusasteraan, agama, lingkungan hidup, politik, demokrasi/hak-hak azasi manusia, pendidikan, ekonomi, manajemen, pertanian, kesehatan, hubungan internasional, media, gender, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panel-panel akan dibentuk berdasarkan tema-tema abstrak dan makalah yang diterima panitia. Bila terdapat usulan panel dengan isu tertentu yang dapat menjadi tema pokok sejumlah abstrak mahasiswa dengan koordinator panel yang diusulkan oleh akademisi (dosen/peneliti) di lingkungan universitas/institusi Bapak/Ibu, akan kami pertimbangkan. Silakan dikirimkan ke alamat sekretariat usulan panel beserta tema, koordinator panel (dari staf dosen/peneliti), sejumlah abstrak mahasiswa yang dapat digalang dalam satu tema yang sama, dan para diskusan dari kalangan akademisi untuk setiap sesi yang diusulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah makalah terbaik yang lolos seleksi dari setiap panel akan diterbitkan dalam manuskrip suntingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi akan diselenggarakan dalam dwi-bahasa (Indonesia dan Inggris). Bagi mereka yang memiliki kompetensi dalam bahasa Inggris diharapkan menyerahkan abstrak dan makalah dalam bahasa Inggris. Namun, penulisan abstrak dan makalah dalam bahasa Indonesia tetap terbuka. Presentasi dapat disajikan dalam bahasa Inggris atau Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan jadwal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon perhatian atas perubahan jadwal konferensi dan penyerahan abstrak/makalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal baru konferensi:        1—4 December 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bukan tanggal 15—18 December 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpanjangan jadwal akhir penyerahan abstrak: 28 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal akhir penyerahan makalah (maksimum 6000 kata): 30 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengirim abstrak adalah mereka yang masih terdaftar sebagai mahasiswa pada saat penyerahan abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadwal lokakarya penulisan karya ilmiah bagi mereka yang dinyatakan lolos seleksi abstraknya         Mei—Juni 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstrak (maksimum 350 kata) mohon dikirimkan ke Organizing Committee:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Andy Wahyu Widayat   : igsc.indo1@gmail.com&lt;br /&gt;    * Siti N. Hidayah, Endy Saputro &amp; Esti Anantasari: figcindonesia@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formulir abstrak dapat di-download dari: http://www.api.pasca.ugm.ac.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Venue:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Konferensi: Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.&lt;br /&gt;   2. Lokakarya Penulisan Karya Ilmiah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta, Universitas Indonesia-Depok, Universitas Sumatera Utara-Medan, Universitas Hasanuddin-Makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksana dan Kolaborator:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Academy Professorship Indonesia in Social Sciences and Humanities (KNAW-AIPI) dalam kolaborasi dengan universitas-universitas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * University of Sydney, Australia&lt;br /&gt;    * Asia Research Institute, National University of Singapore&lt;br /&gt;    * Department of Anthropology, Religion and Culture, Boston University, USA.&lt;br /&gt;    * Center of Southeast Asian Studies at the Jackson School, University of Washington, USA&lt;br /&gt;    * Sociology and Anthropology of Contemporary Indonesia, Leiden University, The Netherlands&lt;br /&gt;    * Utrecht University, The Netherlands&lt;br /&gt;    * Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Japan&lt;br /&gt;    * Council on Southeast Asian Studies, Yale University, Japan&lt;br /&gt;    * Universitas Indonesia, Depok, Indonesia&lt;br /&gt;    * Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia&lt;br /&gt;    * Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakalah Kunci:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Prof. Robert W. Hefner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Department of Anthropology, and Religion and Culture, Boston University, USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Prof. Melani Budianta, Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Prof. James J. Fox (tentatif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Research School of Pacific and Asian Studies, The Australian National University, Canberra, Australia. &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steering Committee:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Prof.Dr. Irwan Abdullah, Direktur Sekolah Pascasarjana, UGM.&lt;br /&gt;    * Prof.Dr.Ir. Edhi Martono, M.Sc., Sekolah Pascasarjana, UGM.&lt;br /&gt;    * Prof.Dr. Abdul Halim, MBA, Sekolah Pascasarjana, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Supra Wimbarti, Fakultas Psikologi, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. M.A. Yunita T. Winarto, Academy Professorship Indonesia bidang Ilmu Sosial-Humaniora, Sekolah Pascasarjana, UGM.&lt;br /&gt;    * Prof.Dr. Bernard Adeney-Risakotta, Indonesian Consortium for Religious Studies, Sekolah Pascasarjana, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Siti Syamsiatun, Indonesian Consortium for Religious Studies, Sekolah Pascasarjana, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Zaenal Abidin Bagir, Center for Religious and Cultural Studies, Sekolah Pascasarjana, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. G.R. Lono L. Simatupang, Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Wening Udasmoro, Departemen Sastra Perancis, Fakultas Ilmu Budaya, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Nicolaas Warouw, Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. I Ketut Putra Irawan, Departemen Ilmu P{olitik, FISIPOL, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Heru Nugroho, Departemen Ilmu Sosiologi, FISIPOL, UGM.&lt;br /&gt;    * Prof.Dr.Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S., Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Sekolah Pascasarjana, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. M. Baiquni, M.A., Fakultas Geografi, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Bakdi Setiawan, Arsitektur, Fakultas Teknik, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Eko Sugiharto, DEA, Direktur Studi Lingkungan, FMIPA, UGM.&lt;br /&gt;    * Dr. Sri Margana, Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Sekretariat Konferensi pada alamat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Academy Professorship Indonesia bidang Ilmu Sosial-Humaniora,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lt.2, Sisi Timur, Bagian Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl. Teknika Utara, Pogung, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon: +62 274 7110145 (tidak menerima sms)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fax        : +62 274 564239 (ext 209)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website: http://www.api.pasca.ugm.ac.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1888895854195323135-324941544068957782?l=biru1980.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biru1980.blogspot.com/feeds/324941544068957782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1888895854195323135&amp;postID=324941544068957782' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/324941544068957782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1888895854195323135/posts/default/324941544068957782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biru1980.blogspot.com/2009/02/call-for-papers-call-for-papers-call.html' title='Call for Papers Call for Papers Call for Papers'/><author><name>rke313</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07042406988741032240</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01756027959206428132'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>